Impor Maluku Utara Turun 15,89 Persen

  • 18 Sep 2024 18:49 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Utara mencatat nilai impor Agustus 2024 mencapai US$ 320,91 juta atau turun 15,89 persen dibanding Juli 2024.

Hal ini dijelaskan Plt Kepala BPS Malut, Nurhidayat Maskat pada kegiatan rilis berita resmi perkembangan ekspor dan impor Provinsi Malut Agustus 2024 yang berlangsung di kantor BPS, Selasa (17/9/2024).

Menurut Nurhidayat nilai impor di bulan Agustus mengalami penurunan secara bulanan namun mengalami peningkatan secara tahunan di Provinsi Maluku Utara. Penurunan nilai impor secara bulanan ini antara lain disebabkan karena banyaknya komunitas yang mengalami penurunan nilai impor.

“Di bulan Agustus secara (m-to-m) itu nilai impor di Maluku Utara mengalami penurunan di 15,89 persen jika dibandingkan dengan bulan Juli dimana tercatat nilai impor Maluku Utara di bulan Juli tahun 2024 sebesar 381, 54 juta US$.

“Adapun secara (Y-on-Y) nilai impor di bulan Agustus meningkat menjadi 56, 29 persen. Jika dibandingkan dengan bulan Agustus di tahun 2023 yang tercatat sebesar 205, 33 juta US$ nilai impor di Maluku Utara.”

Sementara itu, kata Nurhidayat, bahwa untuk share atau kontribusi impor Maluku Utara menurut komunitas HS 2 digit yang terbesar adalah mesin-mesin atau pesawat mekanik HS 84 tercatat sebesar 24, 67 %.

“Kedua mesin atau peralatan listrik HS 85 sebesar 15,31 % dan bahan bakar mineral HS 27 sebesar 14, 61 % dan seterusnya sampai benda-benda dari batu, gips dan semen HS 68 memberikan share pada Provinsi Maluku Utara sebesar 2, 57 % dan komunitas lainnya sebesar 8,13 %,” ujar Nurhidayat.

Nurhidayat menambahkan, perubahan nilai impor Maluku Utara menurut HS 2 digit tercatat ada 4 kelompok komunitas yang mengalami peningkatan.

Diantaranya berbagai produk kimia HS 38 itu mengalami peningkatan sebesar 103, 82 % selanjutnya benda-benda dari batu, gips dan semen HS 68 itu mengalami peningkatan impor sebesar 85, 36 % kemudian bahan bakar mineral HS 27 mengalami peningkatan sebesar 33, 42 % dan bijih, kerak dan abu logam HS 26 mengalami peningkatan impor sebesar 3, 63 %.

Dijelaskan beberapa komunitas lainya yang mengalami penurunan impor di Maluku Utara diantaranya mesin-mesin atau pesawat mekanik itu mengalami penurunan sebesar -13,39%.

Kemudian kendaraan dan bagiannya HS 87 mengalami penurunan -19,43 % dan seterusnya ada garam, belerang, kapur HS 25 ini mengalami penurunan impor yang sangat besar yaitu -56,78 % dan komunitas lainnya mengalami penurunan impor sebesar -27,96 %.

“Pangsa impor Maluku Utara pada Agustus 2024 itu 3 negara yang cukup besar impor Maluku Utara berasal dari sana diantaranya Tiongkok, Philipina, Saudia Arabia dan lainya,” kata Nurhidayat, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....