Gelar Tradisi Sangkur Pora Pernikahan Anggota Kodim 1601
- 18 Sep 2024 15:29 WIB
- Kupang
KBRN, Sumba : Acara pernikahan yang dilaksanakan di Kelurahan Lewa Paku, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur pada Senin (16/09/2024) malam, menjadi momen istimewa bagi warga setempat. Masyarakat dari Kota Tanggamadita berbondong-bondong menyaksikan prosesi pernikahan dengan tradisi sangkur pora. Tradisi ini berlangsung untuk memeriahkan pernikahan Santy Ryanita Rada Mbani dengan anggota TNI AD, Pratu Felixs Alvianus Lage dari Satuan Kodim 1601/Sumba Timur, yang berada di bawah komando Korem 161/Wira Sakti.
Tradisi sangkur pora merupakan upacara penghormatan yang dilakukan oleh prajurit TNI Angkatan Darat dalam setiap prosesi pernikahan anggota militer. Pada acara ini, 9 prajurit TNI AD yang lengkap dengan atribut resmi mereka, dipimpin oleh Pratu Astopel Harang, ikut serta dalam prosesi sangkur pora. Serka Benyamin Juma selaku koordinator turut mengarahkan jalannya acara tersebut dengan penuh khidmat, sehingga prosesi berjalan dengan lancar.
Menurut Serka Benyamin Juma, tradisi ini merupakan penghormatan yang dilaksanakan untuk mengantar prajurit yang sedang melangsungkan pernikahan hingga ke pelaminan. "Jumlah anggota dalam tradisi sangkur pora ada sebelas orang, dipimpin oleh satu komandan, dan pasukan sangkur pora menghantarkan sampai di pelaminan," jelasnya.
Pernikahan ini tidak hanya menjadi acara yang istimewa bagi kedua mempelai, namun juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar TNI AD. Pasukan sangkur pora dengan rapi dan disiplin mengiringi kedua mempelai menuju pelaminan, memberikan kesan yang mendalam bagi semua yang hadir.
Hadir pula dalam acara ini adalah Kasdim 1601/Sumba Timur, Mayor Inf Sambudi, yang turut meramaikan prosesi tersebut bersama istrinya. Sebagai atasan Pratu Felixs, Mayor Sambudi secara simbolis menyerahkan seragam Persatuan Istri Tentara Kartika Chandra Kirana (Persit KCK) kepada pengantin wanita, Santy Ryanita.
Pemberian seragam Persit KCK ini menandakan bahwa Santy kini telah resmi menjadi bagian dari organisasi istri prajurit TNI AD. Prosesi ini juga menjadi simbol penyatuan antara keluarga militer dan masyarakat, yang saling mendukung satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari.
Acara pernikahan ini berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Kehadiran para prajurit dengan prosesi tradisi militer, serta dukungan dari keluarga besar TNI AD, menjadikan pernikahan ini tidak hanya sebagai perayaan cinta, tetapi juga perwujudan nilai-nilai kekeluargaan dalam lingkungan militer.(jl)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....