Ponpes Al-Mannan, Menyelami Tradisi dan Pendidikan dalam Haul Am ke-29

  • 10 Sep 2024 22:09 WIB
  •  Mataram

KBRN, Lombok Timur: Pondok Pesantren Al-Mannan Bagik Nyaka Santri, sebuah lembaga pendidikan Islam yang terletak di Dusun Bagik Nyaka Timur Desa Bagik Nyaka Santri Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, NTB terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang berilmu dan berakhlak mulia.

Dengan sejarah panjangnya yang telah mencapai 29 tahun, pesantren yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) ini telah berhasil menjadi salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di wilayah Lombok Timur. Hal ini tidak terlepas dari komitmen pesantren dalam menggabungkan pendidikan agama dengan pendidikan formal, serta pembinaan akhlak yang intensif bagi para santri.

Menurut Mahsur, seorang Kandidat Doktor Universitas Negeri Yogyakarta yang berpendapat tentang pesantren ini, sistem pengajaran di Al-Mannan berfokus pada pengkajian kitab-kitab klasik (kitab kuning) yang mengajarkan berbagai disiplin ilmu agama. Namun, pesantren juga tidak melupakan pentingnya pendidikan formal. Mulai dari tingkat RA hingga SMK, bahkan dalam waktu dekat akan ada perguruan tinggi, pesantren ini menyediakan berbagai jenjang pendidikan untuk memenuhi kebutuhan para santri.

“Selain itu, pesantren juga memiliki berbagai program non-formal seperti Madrasah Diniyah, Taman Pendidikan Al-Quran, dan kajian kitab kuning, serta program informal seperti LKSA dan majlis taklim,” ujar Mahsur, Selasa (10/9/2024).

Pondok Pesantren Al-Mannan tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial di masyarakat. Pesantren aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, seperti santunan anak yatim dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini menjadikan pesantren sebagai pilar penting dalam menjaga keharmonisan dan kesejahteraan masyarakat.

Peringatan Haul Am ke-29 yang baru saja dilaksanakan pada tanggal 8 September 2024 menjadi momentum penting bagi pesantren dan masyarakat sekitar. Acara ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri dan ulama, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan kesadaran akan pentingnya ilmu agama, dan menjaga tradisi keagamaan.

“Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, Haul Am menjadi penanda bahwa masyarakat masih menghargai dan melestarikan tradisi serta ajaran para ulama terdahulu,” tambah Mahsur.

Pondok Pesantren Al-Mannan Bagik Nyaka telah membuktikan bahwa pendidikan agama dan pendidikan formal dapat berjalan beriringan. Dengan pendekatan yang holistik, pesantren ini berhasil mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dan peduli terhadap sesama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....