RS Awal Bross Batam Tanggapi Video Viral di Tiktok Yunasibu
- 26 Jan 2024 11:08 WIB
- Batam
KBRN, Batam : Rumah Sakit Awal Bross Batam mendadak viral diberbagai platform media sosial. RS Awal Bross diduga menghalangi pihak keluarga untuk mendapatkan data pribadi pasien.
Video viral berdurasi kurang dari tiga menit itu, diunggah di TikTok oleh pemilik akun @yunasibu pada tanggal 24 Januari 2024. Ia terlihat kesal dan bernada tinggi kepada petugas costumer care karena tidak mendapatkan rekam medik abang kandungnya yang sudah meninggal pada tahun 2022 lalu.
Perempuan muda itu juga menyebut jika dirinya sudah empat kali bolak-balik ke rumah sakit namun belum juga mendapatkan data yang dimaksud. Petugas beralasan data tersebut masih direkap.
"Surat kecil ini, bahwa riwayat data-data abang saya ada. Kenapa mereka bilang harus menunggu rekapan lagi? Apa yang perlu diedit? Abang sayang meninggal perutnya terbelah. Kata mereka kanker stadium 4, tiba-tiba kami tahu perutnya terbelah,” kata wanita dalam video itu sembari menunjukkan secarik kertas.
Perempuan itu juga mengungkapkan sudah membawa surat kuasa dari keluarga seperti yang diinginkan rumah sakit. Namun setelah memenuhi permintaan RSAB, data pasien tak kunjung diberikan.
Menanggapi video yang viral pada itu, Manager Marketing dan Humas Rumah Sakit Awal Bross Batam, dr. Shinta Trilusita mengatakan, perempuan muda itu adalah adik kandung pasien. Pihak rumah sakit tidak bisa serta merta memberikan data pasien karena data pasien bersifat pribadi yang hanya boleh diakses oleh ahli waris ataupun putusan hukum.
Merahasiakan data ini sudah diatur oleh undang-undang dan tenaga medis juga sudah disumpah sebelum mengabdikan diri. Ahli waris yang boleh mendapatkan rekam medis adalah suami, istri, anak dan ibu kandung. Sedangkan, istri dari pasien sudah mendapatkan rekam medis yang diberikan oleh rumah sakit sejak kematian pasien.
"Semua dokumen medis itu sudah diberikan kepada istri pasien sebagai penanggungjawab pasien saat itu. Bahkan ketika istri pasien mencairkan asuransi dari almarhum juga menggunakan data yang kami berikan. Harusnya adik pasien meminta itu kepada kakak iparnya (istri pasien). Kami sudah melayani yang bersangkutan sesuai standar prosedur yang ada," ucap dr. Shinta kepada RRI Batam dalam acara Batam Menyapa, Jum'at (26/1/2024).
Ketika ditanya oleh RRI apakah ada dugaan mal praktek yang terjadi kepada pasien, dr. Shinta melanjutkan, hal itu tidak benar, sebab, tindakan medis yang dilakukan RS Awal Bross sudah sesuai standar yang berlaku, diketahui dan disetujui oleh istri pasien sebagai penanggungjawab pasien.
Menurut dr . Shinta pasien datang ke rumah sakit menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan dengan tindakan biopsi untuk menentukan kankernya. Dokter Shinta pun heran kenapa pihak keluarga dari garis keturunan ibu baru sekarang bertanya perihal pasien. Namun setelah ditelusuri, berdasarkan cerita dari costumer care rumah sakit, adik pasien lost contact dengan istri pasien.
Atas viralnya nama rumah sakit yang sudah lebih dari 20 tahun eksis di Batam, RS Awal Bross tidak akan memperpanjang ke jalur hukum, karena lebih mengedepankan sisi kemanusiaan dan kondisi psikologis dari keluarga pasien.
Dilansir dari Indonesian Orthopedic Association, biopsi adalah tindakan mengambil sampel dari bagian tubuh, untuk mendapatkan jaringan yang diperlukan dalam pemeriksaan mikroskopis. Tindakan ini akan menentukan apakah jaringan tersebut adalah jaringan normal atau patologis (jaringan dengan penyakit, seperti tumor ganas atau jinak, infeksi dan lainnya).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....