Kunci supaya Kesenian Tradisional Tidak Punah Ditelan Zaman

  • 18 Des 2023 14:55 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purwokerto: Hidupnya bahasa lokal menjadi kunci supaya kesenian tradisional bisa tetap eksis dan tidak punah ditelan zaman.

Ada beberapa kesenian lokal di Kabupaten Banyumas yang hingga kini masih terus mendapat pendampingan dari Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas (DKKB).

Wakil Ketua Umum DKKB Bambang Widodo mengatakan, pihaknya memang selalu melakukan koordinasi agar kesenian dan budaya lokal tetap eksis di era sekarang ini.

Namun, menurut Bambang Widodo ada salah satu kesenian lokal atau budaya daerah di Banyumas yang hingga kini masih jarang dipentaskan, seperti kesenian wayang orang.

‘Kami selalu melakukan koordinasi terhadap seni-seni yang masih hidup, seperti lengger, ebeg, teater, tari Banyumasan. Kalau ketoprak kadang-kadang ada. Wayang orang yang betul-betul tidak ada dan ini kami tangani karena SDM-nya ada,” kata Bambang Widodo kepada RRI, Senin (18/12/2023).

Bambang Widodo berharap kesenian dan budaya lokal bisa tetap eksis di era modern yang dipenuhi dengan kemajuan teknologi dan perubahan selera seni.

Menurut Bambang Widodo, salah satu cara supaya kesenian lokal tetap lestari adalah dengan menghidupkan “bahasa ibu”.

“Bahasa lokal harus hidup dulu. Selama bahasa lokal tidak hidup, seni (tradisional) lambat laun pasti akan tertatih-tatih. Oleh karena itu jadikan bahasa lokal sebagai kurikulum wajib dari SD sampai SMP,” ujar Bambang Widodo. (FR).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....