Seribu Siswa Jateng Keracunan MBG Selama Januari 2026
- 05 Feb 2026 15:26 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Sekitar 1.000 pelajar di Jawa Tengah dilaporkan mengalami keracunan makanan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang Januari 2026. Meski dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, faktor kelalaian prosedur diduga menjadi pemicu utama.
Sekretaris Satgas MBG AR Hanung Triyono membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kalau sekitar 1.000 orang keracunan awal tahun 2026 ini, ada,” ujarnya di Semarang, Rabu, 4 Februari 2026.
Menurut Hanung, faktor kelalaian dalam penerapan SOP diduga menjadi pemicu keracunan MBG. Hal itu karena sebagian SPPG yang terlibat telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.
"Jadi teman-teman itu yang harus kita cek betul SOP ya. Bahan itu juga harus (dicek) satu-satu, masaknya juga harus. Jadi kadang kaledor sedikit bau," ujarnya.
Ia mencontohkan, kasus keracunan MBG yang terbaru di Kabupaten Kudus pada 29 Januari 2026. Dalam kasus itu, SPPG Purwosari telah memiliki sertifikat laik higiene."Tetapi sudah ditangani, teman-teman sudah bergerak," jelasnya.
Untuk itu, evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap SPPG yang terlibat kasus keracunan. Sanksi penghentian operasional sementara dijatuhkan kepada SPPG yang dinilai lalai untuk memastikan perbaikan standar pengelolaan dapur.
Hanung jugta memastikan para pengelola SPPG saat ini telah berupaya memenuhi standar kelayakan. Pembenahan prosedur disebut menjadi fokus utama perbaikan.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin saat merspon kasus keracunan di Kudus menegaskan evaluasi mencakup seluruh rantai pelaksanaan MBG, mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan. Pemerintah tidak ingin berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan teknis tersebut dilakaukan.
“MBG akan kita cek dan evaluasi. Nanti terlihat masalahnya di mana, apakah dari makanan atau distribusinya,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....