DPRD Palu Dorong Pemkot Jaga Stabilisasi Harga Sembako
- 23 Jan 2026 16:53 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu mendorong Pemerintah Kota Palu untuk menjaga stabilisasi harga dan kepastian pasokan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi B DPRD Kota Palu, Rusman Ramli saat melakukan peninjauan pasar di Pasar Inpres Manonda, Jumat, 23 Januari 2026.
Peninjauan tersebut dilakukan dalam rangka memastikan stabilitas harga serta kepastian bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H. Peninjauan dipimpin Ketua Komisi B DPRD Kota Palu, Rusman Ramli, bersama anggota Komisi B Nurhalis Nur, Moh Nasir Dg Gani, M Sultan Amin Badawi, dan Reinhard Viester Tamma.
Selain itu, Rusman juga mendorong pemerintah daerah untuk menjaga pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri. Menurutnya, inflasi berpotensi memberatkan masyarakat jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Jangan sampai nanti di momentum bulan puasa dan menjelang lebaran terjadi inflasi karena ini sangat merugikan masyarakat, maka pemerintah harus menyiapkan langkah-langkah dan strategi sejak sekarang,” ucapnya.
Ia turut mengusulkan pelaksanaan operasi pasar murah sebagai bentuk intervensi pemerintah. Operasi pasar dinilai efektif menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
“Dengan operasi pasar di kelurahan atau di pusat aktivitas masyarakat, itu memberi alternatif bagi warga, ada pemotongan harga dan diskon, sehingga sangat dinantikan oleh masyarakat,” ucapnya.
Baca Juga: Komisi B DPRD Kota Palu Pantau Harga Sembako
Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, menunjukkan adanya kenaikan harga sejumlah bahan pokok. Namun, kenaikan tersebut masih berada dalam batas kewajaran menjelang momentum keagamaan.
"Dari hasil pengecekan dan kita juga sudah konfirmasi dengan para pedagang dan pengelola pasar, bahwa memang betul ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga," ucap Ketua Komisi B DPRD Kota Palu.
Rusman menegaskan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar tidak berkembang menjadi lonjakan harga yang tidak terkendali. Menurutnya, stabilisasi harga dan kepastian pasokan menjadi kunci menjaga kondisi ekonomi masyarakat, ucapnya.
“Hasil peninjauan ini menjadi bahan bagi kami di Komisi B untuk menyampaikan kepada Pemerintah Kota Palu agar terus menjaga stabilitas harga dan kepastian pasokan supaya tidak terjadi kelangkaan sembako di pasar,” ucapnya.
Rusman menyebutkan, kenaikan harga terjadi pada komoditas daging ayam dan daging sapi. Kenaikan tersebut berkisar antara Rp5ribu hingga Rp10ribu dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, bahan pokok lainnya mengalami fluktuasi harga di kisaran Rp2ribu hingga Rp5ribu. Kondisi ini dinilai masih wajar, namun tetap perlu dikendalikan secara terencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....