BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi Perairan Sulteng
- 16 Jan 2026 13:16 WIB
- Palu
RRI.CO.ID. Palu - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan Peringatan gelombang tinggi di perairan Sulawesi Tengah yang berlaku mulai Kamis, 15 Januari hingga Minggu, 18 Januari 2026. Peringatan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan aktivitas pelayaran dan keselamatan masyarakat pesisir akibat kondisi laut.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Aljufri Muhammad Fatan mengungkapkan, berdasarkan analisis data sinoptik BMKG, tinggi gelombang di sejumlah perairan Sulawesi Tengah diprakirakan mencapai kategori sedang, dengan ketinggian antara 1,25 - 2,5 meter. Kondisi ini berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran dan kegiatan masyarakat di wilayah pesisir.
"Tinggi gelombang tersebut akan mempengaruhi jenis-jenis perahu atau kapal tertentu, termasuk perahu kecil, sehingga disarankan untuk berhati-hati," ujar Fatan saat dihubungi via telepon Kamis, 15 Januari 2026.
Untuk wilayah yang terdeteksi terjadi gelombang tinggi berada di perairan Donggala sekitar Selat Makassar, Teluk Tomini, dan Kepulauan Tojo Una-Una. Selanjutnya bagian timur Kabupaten Banggai dan bagian utara Kabupaten Buol juga menjadi daerah yang terdampak kondisi serupa.
Baca Juga: Fenomena Borneo Vortex Pemicu Bencana Hidrometeorologi di Sulteng
BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Aljufri mengimbau masyarakat yang beraktivitas diwilayah pesisir, termasuk nelayan, pengguna perahu kecil, serta pelaku jasa transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan perkembangan cuaca terkini.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan pengguna transportasi laut untuk selalu mematuhi standar keselamatan pelayaran, serta menunda aktivitas jika kondisi cuaca dinilai tidak aman.
"Kami imbau agar pelaku usaha perkapalan atau nelayan untuk mempersiapkan segala sesuatunya sebelum melakukan pelayaran," ucapnya.
Berdasarkan peta prakiraan BMKG, gelombang tinggi diprakirakan dominan terjadi pada siang hingga malam hari. Waktu tersebut bertepatan dengan aktivitas melaut sebagian nelayan.
"Untuk itu harus lebih waspada," tutur Fatan.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi BMKG, guna mengantisipasi risiko yang dapat ditimbulkan akibat gelombang tinggi tersebut. (Susanti AK Taba)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....