Hasil Penen Padi Gogo di Sabang Menggembirakan
- 16 Jan 2026 02:10 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Program ketahanan pangan di Gampong Bateshok, Kecamatan Sukamakmue, mulai menunjukkan dampak nyata dengan tumbuhnya kembali semangat masyarakat menanam padi. Pemanfaatan lahan aset gampong menjadi pemicu bangkitnya sektor pertanian lokal sepanjang tahun 2025.
Keuchik Gampong Bateshok, Ridwan Nasution, menjelaskan lahan milik BUMDes Bateshok memiliki luas sekitar tiga hektare, dengan lebih dari satu hektare saat ini dimanfaatkan untuk tanaman padi. Pengelolaan tersebut menjadi bagian dari program ketahanan pangan gampong yang dijalankan secara bertahap.
“Lahan ini kurang lebih sekitar tiga hektare, dan yang ditanami padi sekitar satu hektare lebih. Jadi kita sudah melakukan panen perdana, alhamdulillah mendapatkan hasil 2 sampai 2.5 ton gabah padi gogo jenis inpago 13 fortiz,” kata Ridwan, Rabu (15/01/2026).

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan pertanian tidak terlepas dari dukungan dan pendampingan intensif Dinas Pertanian. Mulai dari teknis budidaya, ketersediaan pupuk, hingga penguatan sarana pendukung terus diberikan secara berkelanjutan.
Ridwan menyebutkan, hasil produksi padi akan menjadi bagian dari ketahanan pangan BUMDes dan dikelola secara bersama. Pemerintah gampong bersama pengurus BUMDes akan duduk bersama untuk merumuskan mekanisme pengelolaan dan pemanfaatan hasil panen tersebut.
“Meningkatnya antusiasme masyarakat menanam padi sejak Oktober lalu, seiring dukungan pemerintah pusat melalui arahan ketahanan pangan nasional. Kedepan kita juga berencana untuk menambah jenis varietas yaitu IPB 9 garuda,” tambahnya.
Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Hendri Supriyetno, S.IP, mengatakan hasil produksi padi belum sepenuhnya mencapai target. Namun capaian tersebut dinilai cukup baik mengingat berbagai kendala teknis selama masa tanam.
“Sejauh ini memang belum mencapai target, tetapi hasilnya sangat luar biasa. Kami mengapresiasi aparatur gampong dan pengelola lahan yang bekerja maksimal,” kata Hendri, Rabu (15/01/2026).
Ia menjelaskan, sejak awal penanaman terdapat sejumlah kendala yang dihadapi petani dan pengelola lahan. Salah satu yang cukup menyulitkan adalah serangan hawar daun bakteri yang terjadi bersamaan dengan kondisi cuaca ekstrem.
“Cuaca ekstrem membuat pengendalian hawar daun bakteri kurang efektif. Namun alhamdulillah seluruhnya dapat dikendalikan secara optimal dengan dukungan berbagai pihak,” ujarnya.
Selain penyakit tanaman, hama walang sangit dan gangguan burung juga menjadi tantangan umum pada pertanaman padi di wilayah Sabang. Meski demikian, dampaknya dinilai tidak signifikan karena sebaran lahan yang membuat tekanan hama tidak terpusat.
Hendri menambahkan, dukungan juga diberikan Pemerintah Aceh melalui bantuan insektisida dan bakterisida untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman padi. Ke depan, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang akan terus melakukan pendampingan lanjutan kepada petani guna menjaga produktivitas dan ketahanan pangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....