"Pak Sakera" Simbol Keberanian Orang Madura
- 11 Jan 2026 08:01 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Dalam ingatan kolektif masyarakat Madura, nama Pak Sakera bukan sekadar tokoh legenda. Ia hadir sebagai simbol keberanian, perlawanan dan keberpihakan kepada rakyat kecil yang tertindas. Kisahnya hidup dari generasi ke generasi, diceritakan bukan hanya sebagai cerita kepahlawanan, tetapi sebagai cermin nilai keberanian orang Madura dalam menghadapi ketidakadilan.
Pak Sakera dikenal sebagai sosok yang hidup di masa penjajahan kolonial, ketika kekuasaan sering kali berpihak pada elite dan penguasa, sementara rakyat kecil menjadi korban penindasan. Dalam cerita rakyat, Sakera digambarkan berani melawan aparat kolonial dan para kaki tangan penguasa yang sewenang-wenang. Keberaniannya bukan lahir dari ambisi kekuasaan, melainkan dari rasa keadilan yang terusik saat melihat penderitaan masyarakat lemah. Ia berani berdiri di garis depan ketika rakyat kecil tidak memiliki suara. Sosoknya mengajarkan bahwa diam terhadap ketidakadilan sama artinya dengan membiarkan kehormatan diinjak-injak.
Menurut Budayawan Sumenep Tadjul Arifin, keberanian Pak Sakera a.k.a Sadiman, juga mencerminkan hubungan erat antara pemimpin informal dan rakyat kecil di Madura. Ia bukan tokoh yang berjarak dengan masyarakat, melainkan hadir dari dan untuk mereka.
"Inilah yang membuat namanya tetap hidup hingga kini, dikenang sebagai figur yang berani menanggung risiko demi kepentingan orang banyak," ucapnya saat berdialog bersama RRI di Kita Indonesia Kamis (8/1/2025).
Di era modern, Pak Sakera tidak lagi dipahami secara harfiah sebagai sosok yang mengangkat senjata. Ia lebih dimaknai sebagai simbol keberanian moral: berani berkata benar, berani melawan ketidakadilan, dan berani membela mereka yang tidak mampu membela diri. Nilai ini tetap relevan di tengah berbagai bentuk ketimpangan sosial yang masih terjadi.
Pak Sakera adalah pengingat bahwa keberanian orang Madura berakar pada empati dan keadilan sosial. Ia menjadi simbol bahwa rakyat kecil tidak pernah benar-benar sendirian selama masih ada keberanian untuk berdiri di pihak yang benar. Dari Madura, pesan itu menggema: keberanian sejati adalah keberanian membela sesama
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....