Intensifikasi Cuaca Ekstrem Bulan Desember 2025 Perlu Diwaspadai

  • 18 Des 2025 07:46 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Peningkatan intensitas cuaca ekstrem pada bulan Desember menjadi perhatian serius seiring menguatnya dinamika atmosfer. Fenomena ini ditandai dengan meningkatnya curah hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi yang berpotensi menimbulkan berbagai bencana hidrometeorologi. Dalam beberapa hari terakhir, beberapa daerah di Provinsi Bali mengalami peningkatan intensitas curah hujan, yang menyebabkan genangan air di beberapa titik,

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali.Dr. I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, kepada RRI Denpasar menyampaikan, Bali telah diprediksi mengalami musim hujan hingga puncaknya pada Februari 2026.Masyarakat diimbau waspada sejak tanggal 11-18 Desember 2025, dengan warning khusus yang telah beredar.

"Pada tanggal 11 Desember - 18 Desember 2025, sudah ada warning khusus yang berpotensi meningkatkan intensitas hujan dan angin," ujarnya pada Selasa, (16/12/2025).

Dr. Agung Teja menambahkan, dampak dari intensifikasi cuaca ekstrem tidak hanya terbatas pada genangan dan banjir, tetapi juga berpotensi memicu banjir bandang, tanah longsor, gangguan transportasi darat dan laut, serta penurunan keselamatan aktivitas masyarakat. Wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi, seperti daerah aliran sungai, lereng perbukitan, dan kawasan pesisir, menjadi area yang perlu mendapat perhatian khusus. BPBD Provinsi Bali telah melaksanakan beberapa agenda strategi untuk mengatasi bencana seperti banjir, dengan normalisasi beberapa sungai.

"Sudah dilakukan normalisasi beberapa sungai dan kami koordinasikan dengan dinas PU, penguatan tata Kelola sampah sudah dilakukan oleh sektor yang menangani sampah, sehingga kami di BPBD tugasnya menguatkan itu," ucapnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode ini dengan terus memantau informasi cuaca terkini, menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana, serta menyiapkan langkah mitigasi sejak dini. Kesiapsiagaan kolektif menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem sepanjang bulan Desember.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....