Penanganan Tiga Ruas Jalan Sumbawa Dipastikan Masuk IJD
- 19 Okt 2025 16:14 WIB
- Mataram
KBRN, Sumbawa: Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan mengakomodir tiga ruas jalan prioritas di Kabupaten Sumbawa masuk dalam program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) tahun 2025. Proyek ini menjadi bagian dari komitmen pemerataan pembangunan infrastruktur antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri PUPR, Dody Hanggodo, saat kunjungan kerja di Kabupaten Sumbawa, Minggu (19/10/2025). Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan di Sumbawa bersifat mendesak, namun tetap harus melalui proses skala prioritas karena keterbatasan anggaran.
“Semua pembangunan jalan memang mendesak. Tapi karena anggaran terbatas, kami tanya langsung ke Bupati dan Gubernur mana saja yang paling prioritas. Tiga di antaranya sudah kita akomodir di tahap ini,” kata Dodi, saat berkunjung ke Sekolah Rakyat Dasar di Kabupaten Sumbawa.
Dody menjelaskan, Pemda Sumbawa sebelumnya mengusulkan lima ruas jalan ke dalam skema IJD. Namun, untuk tahap awal, hanya tiga ruas jalan yang masuk pelaksanaan. Ia memastikan dua ruas lainnya akan diupayakan masuk dalam tahap lanjutan di tahun 2026.
“Kita akan tambah lagi di 2026. Harapannya konektivitas antar-desa bisa tersambung seluruhnya, seperti yang diusulkan oleh Bupati Sumbawa,” tegasnya.
Dody menyebut pihaknya telah melakukan pemantauan udara terhadap wilayah-wilayah yang akan menjadi lokasi pembangunan jalan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi medan dan urgensinya sesuai dengan rencana teknis yang disusun kementerian.
Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa IJD merupakan bagian dari kerja nyata pemerintah pusat dan provinsi dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah NTB. Termasuk di Pulau Sumbawa yang selama ini membutuhkan intervensi infrastruktur strategis.
“Ini bukti komitmen bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di Lombok. Di Sumbawa, kita fokus pada dua hal, jalan dan irigasi. Karena keduanya sangat mendesak dan berkaitan langsung dengan produktivitas masyarakat,” ujar Iqbal.
Menurut Gubernur, kunjungan Menteri PUPR kali ini memberikan perspektif yang utuh terhadap kondisi di lapangan. Termasuk pentingnya pembangunan bendungan dan sistem irigasi untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sumbawa.
“Menteri PU ini ujung tombak dalam menjalankan Inpres Irigasi dan Jalan. Jadi beliau harus tahu langsung kondisi di lapangan, dan itu sudah dilakukan,” imbuhnya.
Diketahui, tiga ruas jalan di Kabupaten Sumbawa yang diusulkan pembangunannya melalui IJD yakni Ruas Jalan Tepal-Batu Rotok yang menelan anggaran sekitar Rp 205 miliar. Kemudian ruas jalan Batu Dulang-Tepal yang menelan anggaran sekitar Rp 78 miliar. Terakhir, ruas jalan Lenangguar-Teladan yang menelan anggaran sekitar Rp 29 miliar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....