Peristiwa Air di Kana, Semestinya Terus Dikenang

  • 28 Sep 2025 05:16 WIB
  •  Kupang

KBRN,Kupang: Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka mengatakan, bahwa ke depan, pemerintah akan mendorong masyarakat dalam spirit Gerakan Kebangunan Rohani (GKR) 60 tahun yang merupakan peristiwa air menjadi anggur. Pemerintah terus memberikan dukungan penuhi agar adanya revitalisasi pendidikan dan kebangsaan anak muda yang nantinya melalui peristiwa tersebut anak-anak muda akan memahami tentang peristiwa iman ini dalam perspektif yang luas.

"Kita bersyukur ada peristiwa Kana, air menjadi anggur di Kana, tetapi kita juga belum pernah mendengarkan peristiwa yang lain kecuali yang di SoE.”kata Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di hadapan 8.000 orang yang memadati GOR Nekmese So'E dalam Penutupan Perayaan HUT ke-60 Gerakan Kebangunan Rohani di SoE, Timor Tengah Selatan. Perayaan diselenggarakan oleh Yayasan Utus So'E, dengan dukungan dari sejumlah lembaga pada Jumat (26/9/2025).

Berdasarkan informasi panitia, GKR berawal sejak 26 September 1965, saat terjadi peristiwa rohani luar biasa di So'E, termasuk peristiwa air menjadi anggur. Sejak saat itu, banyak pelayan injil keluar dari So'E untuk menginjil ke berbagai tempat di Indonesia dan mancanegara.

Melki mengatakan peristiwa di Kana, bukan sekadar terjadi pada 2000-an tahun lalu, namun hingga kini masih dirayakan yang di mana ada gereja maka di situ pasti ada berbagai aktivitas ekonomi. Ia juga mengisahkan tentang perjalanannya waktu di Kana, di sana ia juga membeli dan menikmati anggur tersebut.

Menurutnya, peristiwa di mana yang terjadi sejak 60 tahun yang lalu ini semestinya menjadi peristiwa/kisah terus dikenang. Oleh karena So'E merupakan tempat yang tempat juga untuk dijadikan sebagai tempat produksi anggur. Dalam kesempatan tersebut juga Gubernur NTT menyumbangkan beras 1 ton untuk masyarakat.

Melki berharap bahwa momen tersebut menjadi refleksi bahwa pelayanan tidak hanya terjadi di dalam Gereja. Namun pelayanan juga hadir secara nyata di tengah masyarakat. GKR 2025 telah mengusung tema “Saling Mengasihi”.

Bagi Melkiades tema tersebut merupakan ajakan untuk berefleksi bahwa kasih bukan sekadar perasaan. Kasih adalah juga tindakan nyata yang tumbuh dari iman, kebajikan, dan dinyatakan dalam persaudaraan.

“Aspek rohaninya tetap terjaga, tetapi aspek wisata rohaninya kita juga kembangkan. Jadi orang akan datang ke sini, terutama di bulan September, tetapi sepanjang tahun orang bisa tetap datang melihat peristiwa besar yang ada di So'E. Nanti kita coba rumuskan polanya,” ujar Gubernur Melki.

Melki mengatakan jika GKR terlaksana sesuai rencana, kegiatan rutin tahunan tersebut akan diselenggarakan bertepatan dengan ajang Tour de EnTeTe tahun kedua, yang baru saja usai diselenggarakan Pemprov NTT dengan sukses.

Menurut Melki, sebagaimana di Kana, orang-orang datang merayakan peristiwa iman sambil menggerakkan roda perekonomian, hal yang sama bisa dilakukan di So'E. Melalui hal tersebut Ia berharap agar peristiwa 60 tahun lalu yang terjadi bisa juga diketahui oleh masyarakat luas melalui dokumentasi fotografi, narasi, dan sejenisnya, termasuk menjadi pelajaran muatan lokal bagi anak-anak sekolah.

Gubernur Melki menuturkan bahwa peristiwa iman tersebut dapat berkembang menjadi wisata religius rutin. Dari peristiwa iman tersebut, produk-produk bisa dikembangkan menjadi bagian dari gerakan One Community/Village One Product sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi jemaat.(AL)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....