NTT Masuki Musim Kering, Curah Hujan Rendah
- 13 Agt 2025 05:06 WIB
- Kupang
KBRN,Kupang: Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) kini memasuki puncak musim kemarau. Berdasarkan analisis curah hujan Dasarian I Agustus 2025 yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun Klimatologi, seluruh wilayah NTT mengalami curah hujan rendah, yaitu antara 0 hingga 50 mm per dasarian pada Rabu, (13/8/2025).
Dalam keterangan info BMKG, sebagian besar wilayah NTT juga mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) yang masuk dalam kategori Pendek (6–10 hari) hingga sangat panjang (31–60 hari). Kondisi ini menandakan bahwa intensitas hujan sangat minim, dan mengindikasikan fase kering yang semakin dominan di wilayah tersebut.
BMKG memprediksi bahwa pada Dasarian II Agustus 2025, curah hujan di NTT masih akan berada dalam kategori rendah, yakni 0–20 mm per dasarian, dengan tingkat probabilitas tinggi mencapai 81 hingga 100 persen. Artinya, kemungkinan besar kondisi kering akan terus berlanjut dalam waktu dekat.
Salah satu faktor penyebab rendahnya curah hujan adalah menguatnya Indeks Monsun Australia, yang diprediksi lebih kuat dari kondisi klimatologis biasanya. Penguatan monsun ini menyebabkan aliran udara kering dari selatan semakin dominan dan berdampak pada penurunan konsistensi pertumbuhan awan di wilayah NTT. Akibatnya, peluang terbentuknya hujan menjadi sangat kecil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....