Koperasi Merah Putih Tampir Wetan, Eksis Sejak Diluncurkan
- 11 Agt 2025 15:35 WIB
- Semarang
KBRN, Magelang: Koperasi Desa Merah Putih Tampir Wetan, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang menjadi salah satu dari 37 koperasi percontohan di Magelang yang eksis sejak diluncurkan pada 21 Juli 2025. Oleh sebab itu, koperasi ini menjadi salah satu lokasi dipilih oleh Tim ExpeDESA de Java+ untuk dikunjungi, Senin(11/8/2025).
Ketua Tim ExpeDESA de Java +, Suryokoco Suryoputro mengatakan, ini merupakan kunjungan pertama dari timnya. “Nantinya, kita akan mengunjungi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih lainnya yang tersebar di Pulau Jawa ini,” ujarnya.
Suryokoco mengatakan, kedatangan tim ExpeDESA bertujuan untuk mengetahui proses pendirian koperasi yang berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 di tingkat desa/ kelurahan. Selain itu, timnya juga ingin mengetahui inovasi yang dilakukan pengurus dan pemerintah desa setempat dalam mendukung pendirian koperasi.
“Koperasi Merah Putih Desa Tampir Wetan sudah berjalan dengan baik. Lokasinya cukup strategis dan juga tempatnya juga bagus, memanfaatkan bekas gedung balai desa yang sudah tidak digunakan lagi,” katanya.
Kepala Desa Tampir Wetan, Wahyu Hantoro mengatakan, pendirian koperasi tersebut bukan merupakan bentukan baru. Sebelumnya, Desa Tampir Wetan sudah memiliki embrio koperasi yang kemudian dikembangkan menjadi Koperasi Desa Merah Putih.
“Sebelum terbentuk Koperasi Merah Putih, di Desa Tampir Wetan ini sudah berdiri koperasi sejak 1997 lalu. Embrionya, yakni Koperasi Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan ) Setia Tani,” kata Wahyu.
Wahyu menambahkan, setelah dilakukan musyawarah desa khusus untuk pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Gapoktan Setia Tani tidak menjadi sebuah koperasi. Akan tetapi, menjadi salah satu unit kerja dari Koperasi Desa Merah Putih Tampir Wetan.
“Untuk sementara unit usaha yang dikelola Koperasi Desa Merah Putih Tampir Wetan berupa unit pertanian, simpan pinjam pertanian. Yang baru saja diluncurkan, yakni distribusi bahan kebutuhan pokok, jasa pos dan jasa layanan transaksi keuangan,” kata Wahyu.
Ia menambahkan, pihaknya juga sedang menyiapkan usaha lain seperti gerai alat perkantoran, dan unit usaha di bidang kesehatan meliputi klinik kesehatan dan apotek. Namun, untuk unit usaha kesehatan dan apotek hingga saat ini belum dapat dijalankan, karena masih dalam taraf persiapan. (wiedyas)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....