Kondisi Adab-adab Budaya Sunda saat Ini

  • 09 Agt 2025 13:03 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Orang Sunda dulu dikenal memiliki adab “Someah Hade Ka Semah”, dalam arti sopan, baik kepada tamu, murah senyum. Namun seiring berjalannya waktu, adab seperti itu sudah mulai tidak dimiliki oleh sebagian masyarakat Sunda. Saat ini, banyak adab-adab Budaya Sunda yang sudah mulai ditinggalkan.

Adab-adab Sunda saat ini sudah mulai hilang, seperti hal nya seorang anak ketika dipanggil oleh orang tua sudah tidak menjawab dengan yang semestinya. Dijelaskan oleh abah Cecep Thoriq seorang Pemerhati Budaya dari Bogor saat diwawancara dalam acara Obrolan Budaya Berjaringan RRI Bandung, RRI Bogor dan RRI Cirebon.

“Masyarakat Sunda saai ini terkait adab sopan santun, bahasa, sudah jarang yang menggunakan”, lanjut Bah Cecep. Menurutnya banyak faktor yang mengakibatkan seperti ini, seperti faktor malu menggunakan bahasa Sunda, dan bahkan bahasa keseharian di rumah bersama orang tua sudah banyak yang tidak menggunakan bahasa Sunda.

Bahasa Wewengkon atau bahasa daerah masyarakat Sunda sangat beragam, ada yang berkesan bahasa kasar, tetapi bahasa wewengkon itu punya khas nya masing-masing. “Bagi masyarakat Sunda di sebagian daerah di Jawa Barat itu bukan bahasa kasar tetapi bahasa loma atau bahasa akrab”, dijelaskan Bah Cecep.

Pengaruh kecanggihan teknologi saat ini juga memiliki pengaruh terhadap berubahnya adab-adab saat ini. “Seperti contoh adanya handphone, ketika berkumpul baik di rumah ataupun bersama teman, bukan asik ngobrol tetapi semua fokus sama handphone nya masing-masing" lanjut Bah Cecep.

Banyak hal yang bisa dijadikan solusi untuk mengembalikan identitas Budaya Sunda yang bisa dilakukan oleh masyarakat Sunda. “Masyarakat Sunda harus berani mempertahankan identitas budayanya, seperti contoh kecil saja, menggunakan bahasa Sunda dalam keseharian, menggunakan pakaian khas Sunda seperti baju Pangsi.”, dijelaskan Bah Cecep.

Semua ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk memulihkan adab-adab Budaya Sunda. “menurut saya peran pemerintah, pendidikan dan juga masyarakat Sunda sendiri harus mulai membenahi agar adab-adab Sunda yang sangat penting untuk mendidik karakter generasi masyarakat Sunda digunakan lagi.”, pungkas Bah Cecep.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....