Begini Cara Dikbudpora Bima Mitigasi Soal Bullying
- 17 Jul 2025 16:07 WIB
- Mataram
KBRN, Bima: Kasus bullying (perundungan) terhadap siswa-siswi memang menjadi perhatian serius pemerintah Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Terutama saat penerimaan siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar (SD), SMP hingga SMA.
Untuk mencegah terjadinya hal demikian, pemerintah daerah dalam ini Dinas Pendidikan, Olahraga dan Budaya (Dikbudpora) Kota Bima, sangat aktif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah.
Sekretaris Dinas (Sekdis) Dikbudpora Kota Bima, Muhammad Humaidin mengakui pihaknya terus berupaya untuk menghilangkan atau menghapus tiga dosa besar terhadap dunia pendidikan seperti pelecehan seksual, bullying/perundungan hingga intoleransi.
"Memang pemerintah saat ini tengah menghapus/membasmi persoalan bullying, pelecehan seksual hingga intoleransi," tegasnya saat dikonfirmasi RRI Bima, Kamis (17/7/2025).
Selain itu, Humaidin megungkapkan berbagai terobosan untuk mencegah kasus bullying/perundungan, kekerasan hingga pelecehan seksual dalam dunia pendidikan.
"Adapun langkah-langkah yang kami lakukan selama ini, yakni penguatan/pelatihan terhadap guru-guru perihal mekanisme pencegahan bully/perundungan diawali dengan assessment instrumen sehingga mudah mencegah terjadinya hal demikian," tambahnya.
Selain itu, jalan yang juga dilakukan yaitu membentuk agen khusus untuk mencegah terjadinya bullying terhadap siswa. Mereka adalah siswa yang aktif di organisasi sekolah seperti OSIS dan lainnya.
"Teman-teman OSIS untuk menjadi rol model/atau agen agen perubahan untuk bullying perundungan. Kemudian melibatkan LPA, unit pelayanan anak Polres Bima Kota Kami juga komunikasi ke orang tua, jadi orang tua paham," terang Muhammad Humaidin.
Baru-baru ini sekolah yang ada di Kota Bima telah menerima siswa-siswi baru.Tentu dalam momentum itu Dikbudpora Kota Bima terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada semua pihak agar memitigasi terkait kasus bullying perundungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....