Pelestarian Adat Seren Taun-1958 Saka Sunda Digelar Khidmat
- 22 Jun 2025 14:52 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Sebagai wujud rasa syukur atas limpahan berkah dan karunia yang telah diberikan dalam satu tahun. Seren Taun 1958 Saka Sunda memasuki puncak rangkain acaranya, yang digelar di halaman gedung paseban Cagur Kab Kuningan.
Ribuan warga dari berbagai penjuru dalam hingga luar Kuningan antusias menyaksikan rangkaian upacara puncak acara Seren Taun 22 Rayagung. Mengangkat tema “nilai luhur tradisi bangsa sebagai pedoman menuju Indonesia emas” acara ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan menengah RI Fajar Riza Ul Haq.
Pangeran Gumirat Barna Alam atau yang akrab disapa Rama Anom yang sekaligus ketua panitia seren taun 22 rayagung, menyampaikan bahwa puncak perayaan adat seren taun bukan hanya penanda pergantian musim tanam dan musim panen,. Namun juga sebagai kesadaran spiritual dan ungkapan syukur kepada sang pencipta atas nikmat yang telah dilimpahkan kepada kita.
"Perayaan puncak perayaan adat tahun ini kami sekeluarga dan masyarakat sunda wiwitan, masih dalam suasana duka cita atas berpulangnya Pangeran Djatikusumah Maniswara Tedjabuwana Alibassa. Untuk itu seren taun kali ini dilangsungkan lebih khidmat dan sakral guna mengenang Pangeran Djatikusumah semasa hidupnya," kata Rama Anom, dalam keterangan resmi Pemkab Kuningan, yang diterima RRI Minggu (22/6/2025).
Baca juga: Monitoring Kemendikdasmen Pastikan SPMB Berjalan Kondusif dan Inklusif
Bupati Dian Rachmat Yanuar mengajak masyarakat untuk menggenggam erat tradisi budaya kebangsaan salah satunya tradisi Seren Taun ini.
“Saya merasa bahagia karena dalam puncak perayaan Seren Taun ini banyak anak muda yang terlibat, dengan memakai pakaian adat sunda, menampilkan tari-tarian serta pertunjukan budaya saya optimis Budaya kuat Sunda akan terus terjaga dan lestari,"tambah Dian.
Sementara itu Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan menengah RI, Fajar Riza Ul Haq menyampaikan bahwa dalam konteks pendidikan ada 3 sumber pendidikan karakter yang ada di masyarakat kita yaitu, Pancasila, Agama dan Budaya luhur.
"Warisan Budaya yang terus dipelihara oleh Sunda wiwitan menjadi salah satu sumber nilai pendidikan karakter. selain itu banyak tokoh lintas agama yang hadir disini, menandakan bahwa kita punya jiwa kebersamaan dan toleransi yang tinggi," jelas Fajar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....