Ajaran Tri Kaya Parisudha Dalam Agama Hindu

  • 09 Apr 2025 12:26 WIB
  •  Denpasar

KBRN,Denpasar : Tri Kaya Parisudha merupakan salah satu pengamalan dari perbuatan baik ( subha karma ). Secara etimologi Tri Kaya Parisudha berasal dari Bahasa Sansekerta, Tri Berarti : Tiga, Kaya berarti perbuatan atau perilaku, dan Parisudha berarti sangat disucikan. Demikian disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Drs. I Ketut Biru,M.Si., ketika berbincang dalam program acara Obrolan Komunitas di Programa 4 RRI Denpasar, Selasa, (8/4/2025.

Ketut Biru menambahkan dalam kitab Sarasamuscaya tersurat bahwa dari Tri Kaya Parisuda tersebut kemudian timbul adanya sepuluh pengendalian diri atau pengendalian hawa nafsu, yang disebut Karmapatha yaitu Gerak pikiran ada tiga (3) jumlahnya, kemudian ucapan atau perkataan ada empat ( 4), dan dari Gerak atau tindakan atau laksana banyaknya tiga ( 3). Jadi sepuluh ( 10) perbuatan yang timbul dari gerakan badan, perkataan dan pikiran tersebutlah yang patut dikendalikan.

Dijelaskan Ketut Biru Tri Kaya Parisudha yang memunculkan adanya sepuluh ( 10 ) pengendalian diri tersebut terdiri dari :

1. Manacika yaitu pikiran yang bersih dan suci antara lain, tidak iri dan dengki pada milik orang lain, tidak bersikap marah atau kasar kepada semua makhluk, dan percaya akan kebenaran ajaran karmaphala.

2. Wacika yaitu ucapan atau perkataan yang baik, jujur, sopan dan benar, antara lain dengan menghindari perkataan yang jahat, menyakitkan atau kotor ( ujar ahala), menghindari perkataan yang keras, menghardik atau kasar ( ujar aprgas), menghindari perkataan yang memfitnah ( ujar pisuna ) dan perkataan bohong ( ujar mithya).

3. Kayika yaitu perbuatan yang baik,jujur, dan benar, antara lain tidak menyiksa dan membunuh ( syamati- mati), tidak mencuri ( asteya), dan tidak berbuat zina ( si paradara).

Ketut Biru mengungkapkan ajaran Tri Kaya Parisudha bermula dari pikiran yang baik, dan benar akan mengalirkan ucapan dan perbuatan yang baik dan benar pula. Sehingga kuncinya adalah pada pikiran seperti yang disebutkan dalam pepatah dari telaga yang jenirlah mengalir air yang jernih pula . “ kalau pikirannya kacau, apalagi memikirkan yang negatif, niscaya perkataan dan perbuatannya pun buruk yang akan membawa pada kehancuran dan penderitaan “ ujar Ketut Biru.

Menurut Ketut Biru ketiga hal yaitu berpikir, berkata, dan berbuat akan membuat seseorang lebih dikenal dan menarik perhatian orang lain untuk mengetahui kepribadian seseorang. Ketiga aspek tersebut saling terkait dan tidak dapat dipisahkan, karena ketiganya berperan dalam membentuk karakter umat Hindu.

“ Tri Kaya Parisudha mengajarkan umat Hindu untuk selalu melakukan perbuatan yang baik, yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain. Oleh karena itu kepada umat Hindu mari hal – hal yang baik tersebut selalu dibiasakan dalam kehidupan sehari – hari” tutup Ketut Biru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....