Hadirkan Kekayaan Tradisi dan Spirit Agraris, Tabanan Semarakkan Peed Aya PKB
- 14 Jun 2026 07:36 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Tabanan — Seniman tradisional Kabupaten Tabanan sukses mencuri perhatian dalam Pembukaan dan Pelepasan Peed Aya (Pawai) Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandhi Niti Mandala Denpasar, Sabtu 13 Juni 2026. Penampilan yang sarat nilai seni dan budaya tersebut mendapat apresiasi dari para tamu undangan serta penonton yang hadir.
Peed Aya secara resmi dilepas Gubernur Bali, I Wayan Koster, didampingi Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, dan Ketua DPRD Provinsi Bali. Penampilan Kabupaten Tabanan tahun ini merepresentasikan kekayaan budaya yang lahir dari kehidupan masyarakat agraris, dipadukan dengan nilai-nilai adat, tradisi, dan spiritualitas yang menjadi kekuatan serta jati diri masyarakat Tabanan.
Peed Aya secara resmi dilepas Gubernur Bali, I Wayan Koster, didampingi Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, dan Ketua DPRD Provinsi Bali. Penampilan Kabupaten Tabanan tahun ini merepresentasikan kekayaan budaya yang lahir dari kehidupan masyarakat agraris, dipadukan dengan nilai-nilai adat, tradisi, dan spiritualitas yang menjadi kekuatan serta jati diri masyarakat Tabanan.
Di barisan terdepan, Kontingen Kabupaten Tabanan menampilkan pasangan Jegeg Bagus Tabanan yang anggun mengenakan Payas Agung khas Tabanan sebagai representasi masyarakat Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Kehadiran empat anak yang mengiringi menjadi simbol dukungan terhadap keberlangsungan generasi Bali melalui program Keluarga Berencana Krama Bali, sekaligus pelestarian tradisi penamaan Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut sebagai bagian dari identitas budaya Bali.
Penampilan tersebut semakin semarak dengan hadirnya Uparengga yang merepresentasikan keindahan seni dan nilai spiritual masyarakat Bali, serta Tari Jayaning Singasana AUM yang mencerminkan semangat pembangunan dan kemajuan Kabupaten Tabanan. Kekayaan budaya Tabanan selanjutnya ditampilkan melalui Okokan, kesenian tradisional yang telah lama hidup dalam masyarakat agraris Tabanan dan sarat makna pelestarian tradisi. Kontingen juga menghadirkan Barong Bangkung, Barong Macan, dan Barong Lembu dalam konsep Tri Murti yang ditampilkan melalui ritual Mapetuk Agung dengan iringan Tabuh Bebolangan khas Paiketan Seniman Jayaning Singasana.
Sebagai puncak penampilan, disuguhkan kesenian tematik Kunti Seraya yang mengangkat nilai-nilai penyucian diri, kemenangan dharma, serta keharmonisan kehidupan yang menjadi bagian dari filosofi dan kearifan budaya Bali. Penampilan ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah daerah bersama para seniman dan budayawan dalam memberikan ruang kreativitas, sekaligus mendukung pelestarian seni budaya sebagai bagian dari implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.
Penampilan tersebut semakin semarak dengan hadirnya Uparengga yang merepresentasikan keindahan seni dan nilai spiritual masyarakat Bali, serta Tari Jayaning Singasana AUM yang mencerminkan semangat pembangunan dan kemajuan Kabupaten Tabanan. Kekayaan budaya Tabanan selanjutnya ditampilkan melalui Okokan, kesenian tradisional yang telah lama hidup dalam masyarakat agraris Tabanan dan sarat makna pelestarian tradisi. Kontingen juga menghadirkan Barong Bangkung, Barong Macan, dan Barong Lembu dalam konsep Tri Murti yang ditampilkan melalui ritual Mapetuk Agung dengan iringan Tabuh Bebolangan khas Paiketan Seniman Jayaning Singasana.
Sebagai puncak penampilan, disuguhkan kesenian tematik Kunti Seraya yang mengangkat nilai-nilai penyucian diri, kemenangan dharma, serta keharmonisan kehidupan yang menjadi bagian dari filosofi dan kearifan budaya Bali. Penampilan ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah daerah bersama para seniman dan budayawan dalam memberikan ruang kreativitas, sekaligus mendukung pelestarian seni budaya sebagai bagian dari implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyebut PKB sebagai momentum penting bagi para seniman untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada masyarakat luas. Pihaknya mengapresiasi seluruh seniman dan pelaku budaya yang telah berkontribusi menampilkan karya terbaik dalam ajang tersebut.
“Ini sebuah ajang yang sangat luar biasa dimana ini adalah gengsinya seni budaya bali, tabanan sangat mendukung program ini, mudah-mudahan ini terus berlanjut dan tambah berkualitas. Kami bangga melihat para seniman Tabanan, terbukti tampil dengan sangat baik dan menunjukkan kualitas yang luar biasa. Semoga kedepan semakin banyak seniman muda yang terlibat dan terus mengembangkan kreativitasnya sehingga seni budaya Tabanan tetap lestari dan semakin dikenal luas,” ujar Bupati Sanjaya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh kontingen yang telah menampilkan karya terbaiknya. Pihaknya berharap keterlibatan generasi muda dalam kegiatan budaya seperti PKB terus ditingkatkan sehingga nilai-nilai luhur budaya Bali tetap lestari dan menjadi kebanggaan bersama.
“Saya sangat bangga melihat semangat para seniman dan generasi muda Tabanan yang terus menjaga taksu budaya daerah. Semoga semangat berkarya dan melestarikan budaya terus tumbuh sehingga warisan leluhur yang kita miliki dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” imbuh Bunda Rai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....