Petani Muda TTS Gagal Panen Akibat Cuaca Ekstrem
- 04 Apr 2025 20:04 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Melki Lasarus Manose, seorang petani muda dari Desa Noenoni, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), mengalami gagal panen selama dua tahun berturut-turut. Faktor cuaca ekstrem menjadi penyebab utama yang menghambat hasil pertaniannya, terutama tanaman jagung yang menjadi andalan masyarakat setempat.
"Pada tahun 2024, curah hujan kurang sehingga jagung banyak yang mati. Tahun ini, 2025, hujan justru berlebihan, menyebabkan jagung hanya berdiri kosong tanpa isi. Akhirnya kami tetap panen, tetapi hasilnya jauh dari harapan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," ungkap Melki sebagaimana diterima rri.co.id, Jumat (4/4/2025).
Kondisi ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi para petani di wilayah tersebut dalam menghadapi perubahan iklim yang tidak menentu. Jagung yang seharusnya menjadi sumber pangan dan penghasilan utama, kini tak lagi memberikan hasil maksimal akibat faktor cuaca yang sulit diprediksi.
Melki berharap ada solusi yang dapat membantu petani dalam menghadapi kondisi ekstrem ini, baik dari segi teknologi pertanian, bantuan pemerintah, maupun inisiatif lokal dalam mengembangkan sistem pertanian yang lebih adaptif.
"Mohon doa dan dukungan agar tahun-tahun mendatang cuaca lebih bersahabat, tanaman bisa tumbuh subur, dan hasil panen lebih baik," harapnya. (ST/JB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....