Tradisi Toron Tanah di Madura Budaya Kearifan Lokal
- 04 Feb 2025 10:16 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep : “ Toron Tanah “ Orang Madura menyebutkan. Tradisi toran tanah merupakan budaya kearifan lokal yang terwarisi hingga sekarang. Budaya toron tanah ini merupakan simbol bagi masyarakat Madura, yang dilakukan untuk upacara tradisi seorang bayi yang mencapai usia sekitar tujuh bulan. Pelaksanaan upacara tradisi ini dilakukan di Desa Pamolokan Kecamatan Kota Sumenep, Madura.
Toron tanah mempunyai arti ritual bagi masyarakat Madura yang menandakan bahwa seorang anak manusia mulai dibenarkan untuk menginjakkan kakinya pertama kali ke tanah. Simbol tradisi ini khusus dilakukan bagi seorang bayi yang sudah menginjak usia tujuh bulan. Dalam usia tersebut si bayi mulai mengenal dan diperkenalkan kepada benda-benda yang dilihat dan disentuh atau di ambil di hadapannya, si anak di dandani bak putri kayangan dirias mempesona membuat para undangan terkesima, Selasa ( 4/2/2025).
Putri (37) penyelenggara hajatan menuturkan, bahwa toron tanah merupakan warisan leluhur yang terwarisi hingga sekarang, upacara tradisi ini di selenggarakan dengan maksud dan tujuan sebagai bentuk harapan, supaya kelak si anak menjadi anak yang sholehah, berbakti kepada ke dua orang tuanya, berguna bagi agama, nusa dan bangsa,” Tuturnya.
Dalam tradisi toron tanah, biasanya ada kelengkapan tradisi yang disediakan seperti aneka makanan dan kue tradisional yang dihidangkan untuk para tamu undangan. Para undangan yang hadir biasanya anak-anak se usia atau diatasnya yang memang diundang dalam upacara tradisi toron tanah tersebut.
“Sebelum pelaksanaan prosesi upacara toron tanah, diawali dengan pembacaan ummul kitab, surat yasin, pembacaan sholawat dan ditutup dengan doa. Setelah itu, dilanjutkan dengan prosesi toron tanah, dalam tradisi tersebut ada nampan ( lengser) yang di dalamnya terdapat Al-qur’an, tasbih, sisir, kaca, buku, bolpen, uang dan barang lainnya, yang nantinya akan di ambil si anak sesuai keinginannya. Simbol ini yang dikatakan toron tanah, yang menjadi kebiasaan dalam tradisi budaya daerah.
Dalam prosesi toron tanah, di setiap daerah ada perbedaan, namun dalam pelaksanaannya satu tujuan yaitu harapan, dengan tradisi budaya kearifan lokal ini, akan membangun citra budaya leluhur yang terwarisi hingga sekarang,” Papar Wildan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....