Banjir Besar Landa Waikabubak Warga Diminta Terus Waspada
- 21 Jan 2025 15:14 WIB
- Kupang
KBRN, Sumba : Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dilanda banjir besar pada, Senin (20/1/2025). Curah hujan tinggi sejak siang hari memicu meluapnya aliran sungai, menyebabkan sejumlah wilayah terendam air.
Salah satu titik terdampak adalah kawasan Kali Kaori, di mana delapan kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi akibat tingginya debit air. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Barat, Antonius S. Kabba, menyatakan bahwa timnya telah dikerahkan untuk mengevakuasi warga di lima lokasi yang mengalami genangan tinggi.
Selain rumah warga, banjir juga merendam fasilitas umum, memicu kekhawatiran akan dampak lebih luas jika hujan terus berlanjut. Salah satu warga, Nadya Maimunah (30), menyebut banjir kali ini sebagai yang terbesar dan pertama kali merendam rumah di kawasan tersebut. “
"Tahun lalu banjir hanya terjadi di beberapa titik, tapi kali ini lebih parah,” ungkapnya. Kondisi ini memaksa masyarakat di daerah rawan banjir untuk waspada dan mengikuti arahan petugas.
Kapala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Antonius S. Kabba saat di Konfirmasi RRI di Sumba mengatakan bahwa Pihaknya telah melakukan penanganan beberapa titik lokasi yang terdampak banjir akibat penyumbatan pada Ruas drainase guna untuk mengurai banjir agar cepat surut. Pihaknya saat ini terus melakukan pemantauan di berbagai titik untuk mencegah terjadinya banjir susulan akibat Insentisitas hujan yang cukup tinggi.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem yang akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di NTT dan wilayah lain di Indonesia. Selain itu, BMKG melaporkan adanya dampak tidak langsung dari Siklon Tropis SEAN yang terdeteksi di Samudra Hindia.
Siklon Tropis SEAN diperkirakan meningkatkan intensitas hujan dan angin kencang di wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Selain itu, tinggi gelombang mencapai 4 meter terpantau di perairan selatan NTT, sehingga nelayan diimbau untuk tidak melaut sementara waktu. BPBD setempat terus memantau situasi dan mengupayakan langka strategis untuk pengendalian masalah bencana yang terjadi.
Kondisi cuaca yang ekstrem ini memunculkan risiko banjir susulan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan memantau informasi terkini. Selain itu, pemerintah daerah terus berupaya bekerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya pencegahan bencana untuk memastikan keselamatan warga dan penanganan dampak bencana secara optimal. (jl)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....