IMM Kuningan Kritik Ketimpangan Ekonomi Kawasan Rebana

  • 10 Mar 2026 14:35 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Kuningan melalui Kepala Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik (HPKP), Bisyar Abdul Aziz, menyampaikan apresiasi sekaligus kritik konstruktif terhadap perkembangan pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di kawasan Rebana sepanjang tahun 2025.

Kawasan Rebana yang meliputi Kabupaten Subang, Indramayu, Majalengka, Sumedang, Cirebon, Kuningan, serta Kota Cirebon diproyeksikan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. Berbagai proyek strategis nasional seperti pengembangan kawasan industri, Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, serta pembangunan infrastruktur konektivitas menjadi pendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Bisyar Abdul Aziz mengapresiasi langkah pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota di kawasan Rebana yang dinilai berhasil mendorong peningkatan investasi dan aktivitas ekonomi daerah.

“Upaya pemerintah dalam memperkuat investasi dan pengembangan kawasan Rebana patut diapresiasi karena telah membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi regional serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya kepada RRI, Selasa, 10 Maret 2026.

Secara khusus, PC IMM Kabupaten Kuningan juga menilai Pemerintah Kabupaten Kuningan terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor pariwisata, pertanian, dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Kami melihat Kabupaten Kuningan memiliki pendekatan pembangunan ekonomi yang cukup adaptif dengan memaksimalkan potensi daerah, terutama di sektor pariwisata dan pertanian. Ini patut diapresiasi karena mampu menjaga pergerakan ekonomi masyarakat,” kata Bisyar.

Namun demikian, ia menilai keberhasilan pertumbuhan ekonomi di kawasan Rebana masih menyisakan sejumlah persoalan, salah satunya masih tingginya tingkat kemiskinan di beberapa daerah yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya bersifat inklusif.

“Kami melihat adanya paradoks pembangunan. Di satu sisi kawasan Rebana digadang-gadang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, tetapi di sisi lain tingkat kesejahteraan masyarakat di beberapa daerah belum meningkat secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan secara merata,” ucapnya melanjutkan.

Untuk itu, PC IMM Kabupaten Kuningan menyampaikan sejumlah catatan kritis yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah di kawasan Rebana. Di antaranya pemerataan manfaat investasi agar berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dan penguatan sektor UMKM.

Selain itu, pemerintah daerah juga dinilai perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan vokasi agar masyarakat lokal mampu bersaing dalam pertumbuhan ekonomi baru.

IMM juga menyoroti pentingnya pengurangan kesenjangan antarwilayah, terutama bagi daerah yang belum menjadi pusat industri besar seperti Kabupaten Kuningan, melalui dukungan pembangunan berbasis potensi lokal.

Di sisi lain, aspek pembangunan berkelanjutan juga dinilai harus menjadi perhatian dalam pengembangan kawasan industri dan infrastruktur agar tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan.

“Pertumbuhan ekonomi harus menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan bahwa pembangunan di kawasan Rebana benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat,” ujarnya menutup.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita