Perempuan Didorong Aktif Menyuarakan Aspirasi di Desa

  • 09 Mar 2026 15:33 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Perempuan diharapkan lebih berani menyuarakan aspirasi mereka dalam berbagai forum pembangunan di desa. Hal ini dinilai penting agar kepentingan perempuan dapat diperhatikan dalam pengambilan kebijakan.

Direktur Woman Crisis Center (WCC) Mawar Balqis, Dra. Hj. Masrokhah mengatakan, perempuan masih jarang dilibatkan secara aktif dalam musyawarah desa. Padahal forum tersebut merupakan ruang penting untuk menentukan arah pembangunan.

Menurutnya, banyak musyawarah desa yang dilaksanakan pada malam hari. Kondisi ini membuat perempuan sulit untuk berpartisipasi.

“Musyawarah desa itu sering dilakukan malam hari, otomatis perempuan tidak bisa mengikuti,” katanya saat dihubungi RRI pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa perempuan yang hadir dalam kegiatan desa sering hanya berperan sebagai penyedia konsumsi. Padahal perempuan juga memiliki gagasan yang penting untuk didengar.

Ia menilai perempuan perlu diberikan kesempatan yang sama untuk terlibat dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, kepentingan perempuan dapat terakomodasi dalam program pembangunan desa.

Ia bahkan mengusulkan agar musyawarah desa dilakukan pada siang hari agar perempuan dapat berpartisipasi. Selain itu, perempuan juga perlu diberikan pelatihan agar lebih percaya diri menyampaikan pendapat.

“Perempuan harus ikut dalam musyawarah desa dan bersuara, dan suaranya harus didengar,” ujarnya.

Ia berharap perempuan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik. Jika kapasitas mereka ditingkatkan, ia yakin akan lahir lebih banyak perempuan hebat dari desa.

Rekomendasi Berita