Bibliophobia, Ketakutan yang Tidak Biasa terhadap Buku

  • 13 Agt 2025 13:29 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Apakah Anda mempunyai fobia tertentu terhadap suatu hal, misalnya fobia gelap, ketinggian, dan berbagai jenis fobia lainnya? Namun, beberapa orang memiliki fobia-fobia yang sangat unik dan dapat membuat orang terheran-heran, bahkan terkejut akan adanya fobia tersebut.

Siapa sangka, hal-hal yang selama ini kita kira sangat wajar, ternyata ada orang yang memiliki ketakutan berlebih atau fobia terhadap suatu hal. Salah satunya adalah bibliophobia. Jenis fobia ini berkaitan dengan buku.

Dilansir dari Verywell Mind, bibliophobia adalah ketakutan berlebih terhadap buku maupun membaca buku. Orang yang mengalami fobia ini akan merasakan kecenderungan untuk mengalami kecemasan dan panik hanya dengan memikirkan membaca buku.

Jenis buku yang pengidap fobia takuti juga berbeda-beda. Ada yang fobia buku secara umum, ada juga yang fobia hanya terhadap buku-buku spesifik saja, misalnya buku anak-anak, dan lainnya. Fobia buku secara umum biasanya membuat seseorang mengalami ketakutan terhadap bukunya itu sendiri, isi buku tersebut, ataupun kegiatan membaca buku tersebut.

Ketakutan pengidap bibliophobia cenderung akan berubah menjadi kecemasan yang lahir dari tidak terkontrolnya ketakutan seseorang terhadap sebuah buku. Hal tersebut dapat terjadi oleh berbagai hal dan memicu seseorang ketika berhadapan dengan buku. Sehingga, kita dapat mengatakan bahwa jenis fobia ini tidak dapat dianggap rasional.

Penyebab dari bibliophobia bisa bermacam-macam, ada yang memang dari bawaan lahir maupun tercipta akibat berbagai pengalaman hidup traumatis yang memiliki kaitan dengan buku.

Lingkungan sosial dapat turut andil ketika seseorang memiliki pengalaman traumatis yang berkaitan dengan buku, sehingga orang tersebut menjadi fobia terhadap sebuah buku ataupun ketika membaca sebuah buku di depan umum.

Kombinasi dari faktor bawaan dan lingkungan sosial dapat menyebabkan fobia ini, misalnya disleksia, pengalaman negatif masa kecil, gangguan belajar selain disleksia, gangguan perilaku, maupun alasan-alasan yang berkaitan dengan kelainan mental.

Seseorang dengan bibliophobia mungkin mengalami kecemasan atau panik saat berhadapan dengan buku, seperti pusing dan sakit kepala ringan, keringat berlebihan, sensasi jantung berdegup kencang, mual, sesak napas, gemetar hebat, hingga sakit perut.

Bibliophobia juga mengarah pada perilaku tertentu, seperti menghindari sekolah, perpustakaan, dan berbagai tempat yang mengandung buku, atau menolak untuk berpartisipasi di berbagai aktivitas yang melibatkan buku. Orang-orang seperti itu menjadi cemas atau khawatir ketika harus membaca teks di depan umum atau dengan suara keras di depan orang lain.

Salah satu terapi yang bisa dilakukan untuk pengobatan dan penanganan bibliophobia adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Terapi ini merupakan psikoterapi yang dapat membantu orang memahami dan mengendalikan pikiran serta persepsi mereka, menghapuskan pikiran negatif yang timbul ketika seseorang memikirkan atau bertemu dengan buku.

Salah satu jenis CBT adalah Dialectical Behavioral Therapy (DBT). Dalam DBT, terapis akan mengajak pasien untuk memikirkan sebuah buku lalu setengah tersenyum. Lama kelamaan, hal ini dapat mengubah emosi terhadap buku.

Exposure therapy juga merupakan metode yang dapat digunakan pengidap untuk menghadapi ketakutan secara bertahap. Misalnya, jika seseorang takut pada buku, terapis akan membantu beradaptasi dengan gagasan tentang buku dalam situasi yang aman, mungkin dengan melihat buku dari jauh di tempat yang nyaman. Lalu, secara perlahan diarahkan untuk melakukan hal-hal lebih menantang, seperti memegang buku, membaca sedikit, bahkan pergi ke toko buku. Dengan melakukan ini secara bertahap, penderita bibliophobia bisa belajar mengelola ketakutannya terhadap buku.

Selain itu, hipnoterapi juga dapat menjadi alternatif untuk pengobatan dan penanganan fobia ini. Di bawah hipnoterapi, seseorang lebih terbuka terhadap saran dan perubahan. Sang penghipnotis mungkin dapat mengurangi rasa takut terhadap buku atau membaca.

Kecemasan juga dapat ditangani dengan berbagai obat-obatan medis. Obat-obatan ini tidak digunakan untuk mengobati bibliophobia secara langsung, tetapi mungkin berguna dalam mengatasi situasi-situasi khusus yang berurusan dengan buku.

Nah, sekarang Anda sudah mengetahui bahwa bibliophobia adalah salah satu fobia unik yang mungkin cukup mengejutkan bagi para pencinta buku. Anda bisa mengulik lebih lanjut mengenai bibliophobia ini untuk menambah pengetahuan tentang fakta-fakta unik seputar fobia ini.

Rekomendasi Berita