Gedung DPRD Bukittinggi, Menyimpan Jejak Sejarah sejak Kolonial

  • 06 Okt 2026 11:52 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Gedung DPRD Kota Bukittinggi yang berada di Jalan Panorama Nomor 1, Kelurahan Bukit Cangang Kayu Ramang, tidak hanya menjadi pusat aktivitas lembaga legislatif daerah. Kawasan tersebut juga menyimpan perjalanan sejarah panjang sejak masa kolonial Belanda hingga era pemerintahan Indonesia.

Sebelum digunakan sebagai fasilitas pemerintahan, bangunan yang berdiri di kawasan tersebut memiliki fungsi sosial pada masa Hindia Belanda. Bangunan itu dikenal sebagai Societeit, yakni tempat berkumpul dan bersosialisasi bagi kalangan pejabat serta masyarakat Eropa pada masa kolonial.

Masyarakat setempat juga mengenalnya dengan sebutan "Rumah Bola". Sebutan tersebut berkaitan dengan aktivitas yang berlangsung di dalamnya, termasuk permainan biliar dan berbagai kegiatan sosial yang dilakukan kalangan elite kolonial.

Beralih Menjadi Gedung Nasional

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, fungsi bangunan tersebut mengalami perubahan. Bangunan kemudian dikenal sebagai Gedung Nasional dan menjadi salah satu tempat berkumpulnya tokoh masyarakat serta tokoh pergerakan di Bukittinggi.

Sejumlah pertemuan dan kegiatan penting dalam kehidupan masyarakat berlangsung di tempat tersebut. Keberadaannya turut menjadi bagian dari dinamika perjuangan dan pembangunan kehidupan masyarakat setelah kemerdekaan.

Memasuki dekade 1950-an hingga 1970-an, gedung tersebut juga dikenal sebagai Gedung Kesenian. Fungsinya berkembang menjadi ruang bagi masyarakat, terutama pelajar, untuk menampilkan berbagai kegiatan seni dan budaya.

Para pelajar tingkat SMP dan SMA di Bukittinggi memanfaatkan gedung tersebut untuk mementaskan pertunjukan seni, kreativitas, serta berbagai kegiatan kebudayaan.

Menjadi Gedung DPRD

Seiring perkembangan pemerintahan daerah, kawasan bersejarah tersebut kemudian digunakan sebagai kompleks operasional DPRD Kota Bukittinggi.

Perubahan fungsi itu menunjukkan perjalanan panjang sebuah bangunan dari ruang sosial pada masa kolonial, menjadi tempat kegiatan masyarakat setelah kemerdekaan, hingga menjadi fasilitas pemerintahan daerah.

Namun, perkembangan kebutuhan lembaga legislatif modern membuat fasilitas yang tersedia perlu disesuaikan. Struktur bangunan yang telah berusia cukup tua serta kebutuhan ruang kerja yang semakin kompleks mendorong pemerintah daerah melakukan perencanaan dan pembangunan fasilitas baru yang lebih representatif.

Jejak sejarah Gedung DPRD Bukittinggi menjadi gambaran bagaimana sebuah ruang di tengah kota dapat mengalami perubahan fungsi mengikuti perkembangan zaman, sekaligus tetap menyimpan cerita mengenai kehidupan sosial, perjuangan, pendidikan, dan pemerintahan masyarakat Bukittinggi. (ER)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....