Menyusuri Surga Tersembunyi Jalur tengah Sumba
- 20 Jun 2026 11:20 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Pulau Sumba tidak pernah kehabisan cara untuk memukau dunia. Di balik kepopuleran spot-spot arus utama, jalur lintas tengah Sumba Timur menyimpan rangkaian rute petualangan yang eksotis dan belum banyak terjamah. Bagi para petualang sejati, menyusuri trek dari perbukitan Tanarara hingga pelosok Lewa menjanjikan kombinasi lanskap yang lengkap: dari sabana tanpa batas, segarnya air terjun, hingga misteri perut bumi.
Titik Awal, Menyesap Angin di Spot Bukit Halikir
Petualangan dimulai pagi hari dari Spot Bukit Halikir, secara administratif, spot ini berada di kawasan Desa Tanarara, Kecamatan Matawai La Pawu, Sumba Timur. Bukit Halikir merupakan salah satu titik pandang terbaik untuk menikmati megahnya Savana Tanarara. Dari puncak bukit ini, mata Anda akan dimanjakan oleh hamparan bukit kapur berlapis-lapis yang diselimuti rumput sabana.
Garis-garis punggungan bukitnya terlihat sangat presisi dan dramatis, terutama saat terpapar sinar matahari pagi yang menciptakan siluet bayangan yang memesona. Tempat ini adalah lokasi sempurna untuk mengumpulkan energi visual sebelum memulai penjelajahan fisik.
Titik Kedua: Menyegarkan Diri di Air Terjun Njawarai
Dari Bukit Halikir, Anda tidak perlu berpindah kecamatan karena destinasi kedua ini masih berada di wilayah sama. Jalur yang ditempuh adalah menuruni perbukitan Tanarara menuju ke arah lembah hijau tersembunyi. Aksesnya berupa jalan tanah dan berbatu yang menantang, dilanjutkan dengan sedikit berjalan kaki (treking) menembus vegetasi yang agak rapat.
Rasa lelah berkendara seketika luruh begitu gemercik Air Terjun Njawarai terdengar. Menjadi oasis di tengah gersangnya sabana Sumba Timur, air terjun ini menawarkan kolam alami dengan air yang sangat jernih dan dingin. Dikelilingi oleh tebing batu dan pepohonan rindang, Njawarai menjadi tempat singgah yang ideal untuk membasuh muka atau berenang sejenak di tengah hari yang mulai terik.
Titik Ketiga: Menembus Misteri Cave Kembar Savana
Setelah menyegarkan diri di Njawarai, bersiaplah untuk berkendara agak jauh meninggalkan Kecamatan Matawai La Pawu. Anda harus mengarahkan kendaraan keluar menuju jalan utama lintas tengah Sumba, lalu melaju ke arah barat menuju Kecamatan Lewa. Perjalanan memakan waktu sekitar 45 hingga 60 menit berkendara menyusuri aspal yang membelah perbukitan, hingga Anda tiba di kawasan Lewapaku.
Di sini terletak Cave Kembar Savana, sebuah situs geologis unik yang tersembunyi di bawah permukaan padang rumput. Sesuai namanya, destinasi ini menyuguhkan dua mulut goa alami yang letaknya berdampingan. Masuk ke dalam goa ini memberikan sensasi petualangan yang berbeda; stalaktit dan stalagmit yang terbentuk selama ribuan tahun berpadu dengan ketenangan perut bumi yang kontras dengan luasnya sabana di atasnya.

Titik Akhir: Menjemput Senja di Bukit Lailara
Menutup petualangan epik ini, Anda hanya perlu berkendara singkat dari kawasan Lewapaku. Bergeraklah sedikit ke arah utara menuju wilayah bertetangga, tepatnya di Desa Katala Hamu Lingu, Sumba Timur (masih berada di sekitar koridor geografis Lewa). Waktu tempuhnya relatif singkat, berkisar antara 15 hingga 20 menit saja.
Tujuan pamungkas Anda adalah Bukit Lailara. Tempat ini merupakan salah satu titik tertinggi di kawasan Katala Hamu Lingu yang terkenal dengan pemandangan matahari terbenamnya (sunset) yang magis. Di Bukit Lailara, formasi batuan karst putih menyembul di antara hamparan rumput sabana yang bergelombang.
Duduk di puncak Lailara sambil menatap langit yang perlahan berubah warna menjadi keemasan, menjadi penutup yang sempurna bagi pelarian melintasi jalur tengah Sumba Timur yang menakjubkan ini. (NAS)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....