Dari Foto di Media Sosial, Desa yang Sepi Bisa Jadi Destinasi Wisata

  • 12 Agt 2026 10:30 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kadang sebuah desa tidak butuh promosi besar-besaran untuk dikenal banyak orang. Cukup satu foto yang menarik, diunggah ke media sosial, lalu dibagikan berkali-kali hingga orang-orang mulai penasaran dan bertanya, “Ini sebenarnya di mana?”

Begitulah kekuatan media sosial hari ini. Tempat yang sebelumnya hanya dikenal oleh warga sekitar bisa tiba-tiba muncul di layar jutaan orang hanya karena satu foto yang dianggap menarik.

Pemandangan sawah, air terjun, jalan kecil, rumah adat, sungai yang jernih, atau matahari terbenam bisa menjadi alasan seseorang ingin datang. Yang awalnya hanya melihat foto sambil menggulir layar, akhirnya mulai mencari lokasi dan merencanakan perjalanan.

Dampaknya bisa lebih besar dari sekadar jumlah pengunjung yang bertambah. Ketika wisatawan mulai datang, warung makan bisa ikut ramai, warga bisa menjual oleh-oleh, pemuda desa mendapat peluang menjadi pemandu, dan penginapan kecil mulai memiliki tamu.

Di titik inilah sebuah foto bisa memiliki nilai ekonomi. Bukan karena foto itu sendiri menghasilkan uang secara langsung, tetapi karena foto mampu membuat orang mengenal sebuah tempat dan kemudian tertarik untuk datang.

Menariknya, promosi seperti ini tidak selalu membutuhkan biaya besar. Warga, wisatawan, fotografer, atau kreator konten bisa menjadi bagian dari promosi hanya dengan membagikan pengalaman mereka di media sosial.

Namun, ada hal yang sering terlupakan ketika sebuah tempat mendadak viral. Jumlah wisatawan yang meningkat harus diikuti dengan pengelolaan yang baik agar lingkungan tetap terjaga dan kehidupan warga tidak justru terganggu.

Desa juga perlu memikirkan bagaimana peluang dari pariwisata bisa benar-benar dirasakan masyarakat setempat. Jangan sampai tempatnya ramai, tetapi keuntungan justru lebih banyak mengalir ke pihak luar sementara warga hanya menjadi penonton.

Karena itu, viral seharusnya bukan menjadi tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana perhatian yang datang dari media sosial bisa diubah menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Pada akhirnya, satu foto memang bisa membuat sebuah desa dikenal. Tetapi yang menentukan apakah popularitas itu bisa mengubah nasib desa adalah bagaimana masyarakat memanfaatkan perhatian tersebut untuk membangun wisata yang ramah, tertata, dan tetap menjaga karakter asli tempatnya. (DEP/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....