Laguna Weekuri, "Oase Air Asin Sebening Kaca"
- 18 Jun 2026 22:00 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur selama ini identik dengan sabana gersang yang magis, jajaran kuda sandel laut, dan perkampungan adat yang kokoh di atas bukit. Namun, jika Anda bergeser ke ujung barat daya pulau ini, Sumba akan menampilkan wajah lain yang begitu lembut dan menyegarkan: Laguna Weekuri.
Populer dengan sebutan Danau Weekuri, destinasi ini bukanlah danau air tawar biasa. Weekuri adalah sebuah laguna air asin tersembunyi yang menawarkan sensasi berenang di dalam "kolam renang raksasa" alami yang berair sangat jernih dengan gradasi warna biru pirus hingga hijau toska yang memanjakan mata.
Alamat dan Keunikan Geologis Weekuri
Secara administratif, Laguna Weekuri terletak di Desa Kalena Rongo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Keunikan utama Weekuri terletak pada pasokan airnya. Danau ini terbentuk karena adanya cekungan karang raksasa yang menampung air dari laut lepas.
Air laut tersebut masuk melalui celah-celah gua dan lubang bawah karang yang membatasi danau dengan Samudra Hindia. Karena disaring secara alami oleh dinding-dinding batu karang tersebut, air di dalam laguna ini menjadi sangat bersih, jernih laksana kaca, dan bebas dari gelombang laut yang ganas.
Menariknya lagi, Danau Weekuri memiliki beberapa titik mata air tawar di dasarnya. Hal ini menciptakan fenomena unik berupa perbedaan suhu air di dalam danau—ada bagian air yang terasa hangat dan ada bagian yang terasa dingin saat Anda berenang melintasinya.
Menjangkau Jalur Trans Sumba7
Untuk mencapai surga tersembunyi ini, perjalanan pemula biasanya dimulai dari penerbangan menuju Bandara Tambolaka (TMC) via Kupang atau Denpasar, Bali. Kemudian dilakukan perjalanan darat dari Bandara Tambolaka menuju Danau Weekuri berjarak sekitar 60 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 1,5 hingga 2 jam berkendara.
Mengingat belum tersedianya transportasi umum massal yang langsung menuju lokasi wisata, opsi terbaik bagi wisatawan adalah menyewa sepeda motor atau mobil di kota Tambolaka. Jalur darat yang dilalui saat ini sebagian besar sudah beraspal halus, meski wisatawan harus tetap berhati-hati saat memasuki beberapa kilometer terakhir menjelang area desa karena jalurnya yang cenderung sepi dan berkelok.

Ragam Aktivitas: Dari Mengapung Santai hingga Berburu Tenun
Berada di Laguna Weekuri, waktu seolah berjalan melambat, karenanya wisatawan dapat memanfaatkan waktu dengan berenang dan t5mengapung alami, karena kadar garam (salinitas) air di danau ini cukup tinggi, tubuh manusia akan jauh lebih mudah mengapung di sini. Kedalaman danau bervariasi dari yang hanya semata kaki hingga mencapai 3-5 meter di bagian tengah, sehingga ramah untuk perenang pemula maupun profesional.
Selain itu, bagi pencinta tantangan, pengelola setempat telah membangun sebuah menara untuk aksi adrenalin Cliff Jumping, dengan platform kayu setinggi kurang lebih 3-5 meter. Wisatawan bisa menguji nyali dengan melompat langsung dari papan kayu ini menuju kedalaman air danau yang segar.
Jika enggan basah-basahan, wisatawan dapat berjalan kaki santai menyusuri jembatan kayu yang dibangun mengitari lingkar danau. Dari atas jembatan ini, Anda bisa melihat langsung ke dasar danau yang berpasir putih bersih, atau berjalan sedikit ke arah tebing karang luar untuk menyaksikan hantaman ombak besar Samudra Hindia yang membentur dinding batu.
Dan, tentu jangan terlewatkan untuk membeli kain tenun khas Kodi dan kain Sumba dengan motif khasnya yang eksotis, di sekitar area pintu masuk dan jalur jembatan, yang dijajakan Mama-Mama (wanita lokal Sumba). Membeli kain langsung dari pengrajin lokal di sini menjadi cara terbaik untuk mendukung roda ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Tips untuk Para Wisatawan
Waktu terbaik untuk mengunjungi Danau Weekuri adalah pada siang menjelang sore hari, tepatnya antara pukul 15.00 hingga 17.00 WITA. Pada jam-jam tersebut, pantulan sinar matahari barat akan membuat air danau berpendar biru cerah secara maksimal.
Fasilitas di lokasi ini sudah cukup memadai dengan adanya toilet umum, tempat bilas, gazebo untuk bersantai, serta kedai kecil yang menjual kelapa muda. Wisatawan diimbau untuk selalu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah plastik ke dalam ekosistem laguna yang sensitif ini. (NAS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....