Mengenal Desa Sade, Kampung Adat Penuh Tradisi di Lombok

  • 22 Mei 2026 07:57 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Desa Sade adalah salah satu desa adat paling terkenal di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Desa ini menjadi tempat tinggal masyarakat suku Sasak yang masih menjaga budaya dan tradisi leluhur mereka hingga sekarang. Suasana desa yang masih alami membuat siapa saja yang datang merasa seperti kembali ke masa lalu. Rumah-rumah tradisional, jalanan sederhana, dan keramahan warga menjadi daya tarik utama Desa Sade.

Desa Sade terletak di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Lokasinya cukup mudah dijangkau karena berada tidak jauh dari kawasan wisata Mandalika dan Pantai Kuta Lombok. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara datang ke desa ini untuk melihat langsung kehidupan tradisional masyarakat Sasak yang masih terjaga dengan baik.

Salah satu hal yang paling menarik di Desa Sade adalah rumah adatnya yang unik. Rumah-rumah di sana dibuat dari bambu, kayu, dan beratapkan alang-alang. Yang paling menarik, lantai rumah dibersihkan menggunakan campuran tanah liat dan kotoran kerbau. Meski terdengar aneh, cara ini dipercaya dapat menjaga lantai tetap kuat, bersih, dan bebas dari serangga.

Masyarakat Desa Sade hidup dengan sangat sederhana dan masih memegang teguh adat istiadat turun-temurun. Nilai kebersamaan dan gotong royong masih sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari mereka. Warga desa saling membantu dan hidup dengan penuh rasa kekeluargaan. Inilah yang membuat suasana Desa Sade terasa hangat dan nyaman bagi para pengunjung.

Selain terkenal dengan rumah adatnya, Desa Sade juga dikenal sebagai pusat kerajinan kain tenun khas Sasak. Hampir setiap perempuan di desa ini memiliki kemampuan menenun yang diwariskan sejak kecil. Kain tenun yang dihasilkan memiliki motif yang indah dan warna yang khas, sehingga banyak diminati wisatawan sebagai oleh-oleh khas Lombok.

Proses menenun di Desa Sade masih dilakukan secara tradisional menggunakan alat sederhana. Para wisatawan biasanya sangat tertarik melihat langsung proses pembuatan kain tersebut. Bahkan, pengunjung juga bisa mencoba menenun bersama warga desa. Pengalaman ini menjadi salah satu hal yang paling berkesan saat berkunjung ke Desa Sade. (DEP/YPA)

Desa Sade juga masih mempertahankan berbagai tradisi adat suku Sasak. Salah satunya adalah tradisi pernikahan adat yang dikenal dengan istilah “merariq” atau kawin culik. Tradisi ini sudah dilakukan sejak lama dan masih dijaga hingga sekarang sebagai bagian dari budaya masyarakat Sasak.

Meski kini semakin dikenal sebagai destinasi wisata, masyarakat Desa Sade tetap berusaha menjaga keaslian budaya mereka. Mereka tidak mudah terpengaruh oleh modernisasi dan tetap mempertahankan cara hidup tradisional. Hal ini membuat Desa Sade menjadi salah satu contoh pelestarian budaya yang masih bertahan di era modern.

Keindahan budaya, keunikan rumah adat, dan keramahan masyarakat membuat Desa Sade menjadi destinasi wisata budaya yang wajib dikunjungi saat berada di Lombok. Desa ini bukan hanya tempat wisata, tetapi juga simbol kekayaan budaya Indonesia yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....