Lubang Jepang Bukittinggi Terowongan Pertahanan Bawah Tanah Perang Dunia II
- 12 Mei 2026 08:41 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Lubang Jepang di Bukittinggi Sumatra Barat adalah terowongan pertahanan bawah tanah yang dibangun tentara Jepang pada 1942-1944 (perang dunia II) sebagai bunker perlindungan, gudang amunisi dan pusat pengintaian dari serangan sekutu. Terowongan ini dibangun dengan menggunakan sistem kerja paksa (romusha) dengan total panjang terowongan mencapai 1,5 km lebih.
Terowongan lubang Jepang memiliki 21 lorong termasuk barak tentara, ruang pertemuan, dapur, penjara, ruang penyiksa dan ruang penyergapan. Terletak di kawasan Ngarai Sianok, Bukittinggi dengan pintu masuk utama di taman Panorama. Saat ini tempat ini dikelola sebagai objek wisata sejarah dan dilengkapi pencahayaan untuk pengunjung.
| Baca juga: Mengenal Destinasi Wisata Janjang Saribu |
Salah satu fakta yang memilukan adalah adanya lubang kecil yang dulunya digunakan untuk membuang mayat pekerja paksa yang tewas atau di bunuh. Sesuai dengan namanya, terowongan bawah tanah ini disebut lubang Jepang karena menjadi sebuah tempat yang dibuat untuk kepentingan orang orang Jepang selama menduduki Indonesia, tepatnya di Bukittinggi.
Secara strategis, Bukittinggi dipilih sebagai lokasi pembangunan lubang Jepang karena Kota ini memiliki letak yang sangat penting. Bukittinggi terletak di dataran tinggi, sehingga menawarkan pertahanan alami dari serangan musuh.
Disamping itu Bukittinggi juga merupakan pusat pemerintahan militer Jepang di Sumtra, sehingga membangun fasilitas pertahanan di Kota tersebut, yang merupakan langkah cerdas untukmelindungi Jepang di wilayah tersebut. (ELB/YPA)
Sumber berita : https://indonesiavirtualtour.com
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....