Alek Lapeh Kawua, Tradisi Unik Nagari Simanau
- 05 Apr 2026 11:39 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Masyarakat Nagari Simanau, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, memiliki tradisi unik yang terus dilestarikan hingga kini, yakni Alek Lapeh Kawua dan doa tolak bala. Tradisi adat yang telah berlangsung ratusan tahun ini rutin digelar setiap tahun usai perayaan Idul Fitri, sebagai penanda akan dimulainya masa tanam padi.
Kegiatan dipusatkan di Batu Gadang, Medan Nan Bapaneh, sebuah lokasi di ujung persawahan yang menjadi saksi sejarah berlangsungnya tradisi tersebut. Alek Lapeh Kawua diawali dengan prosesi penyembelihan seekor kerbau jantan besar di pusat nagari.
Daging kerbau kemudian dibagikan secara merata kepada seluruh masyarakat untuk dimasak dan disantap bersama keluarga. Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan dan keadilan sosial, tanpa membedakan status antara kaya dan miskin.
Selanjutnya, kepala dan tulang kerbau dibawa ke Batu Gadang untuk dimasak di lokasi tersebut. Uniknya, proses memasak dilakukan oleh para dubalang suku, bukan oleh kaum perempuan seperti pada umumnya.
Sembari proses memasak berlangsung, berbagai kegiatan turut memeriahkan suasana, mulai dari pertunjukan tari tradisional hingga beragam perlombaan rakyat. Masyarakat Nagari Simanau, bahkan dari nagari tetangga, tumpah ruah menghadiri kegiatan ini untuk bersilaturahmi, bercengkrama, dan mempererat hubungan sosial dalam suasana hari raya.
Alek Lapeh Kawua tidak hanya menjadi tradisi seremonial, tetapi juga mengandung makna mendalam sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan serta doa tolak bala agar masyarakat terhindar dari musibah dan diberikan hasil panen yang melimpah.
Tradisi ini menjadi wujud kearifan lokal masyarakat dalam menjaga keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta, sekaligus memperkuat persatuan di tengah kehidupan sosial Nagari Simanau. (ER/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....