Pantai Tanjung Tinggi, "Menelusuri Pesona Ikonik Laskar Pelangi"
- 10 Jun 2026 22:13 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Indonesia kembali memanjakan mata dengan destinasi wisata yang ikonik dan sarat akan nilai budaya. Pantai Tanjung Tinggi, yang terletak di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, menjadi salah satu bukti nyata kekayaan alam Nusantara.
Bagi masyarakat Indonesia, pantai ini mungkin tidak asing karena pernah menjadi lokasi syuting film legendaris *Laskar Pelangi*. Dikenal pula sebagai Pantai Laskar Pelangi, kawasan ini menawarkan lanskap unik berupa hamparan pasir putih halus serta bebatuan granit raksasa yang tersebar estetik di sepanjang pesisir pantai.
Surga Tersembunyi dengan Keajaiban Granit
Pantai Tanjung Tinggi memiliki bentuk geografis menyerupai busur derajat dengan diameter sekitar 100 meter. Keunikan utama pantai ini terletak pada formasi bebatuan granit raksasa di kedua ujung pantai yang menjadi spot favorit wisatawan untuk berswafoto.
Legenda lokal menyelimuti keberadaan batuan ini. Masyarakat setempat percaya bahwa batu-batu granit tersebut berasal dari zaman megalitikum dan memiliki kekuatan magis. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah batu yang menyerupai kepala Garuda, yang konon selalu menghadap ke arah barat atau kiblat. Selain itu, terdapat pula "Batu Gosong" yang bentuknya menyerupai arang terbakar, menambah nuansa mistis sekaligus mempesona bagi para pengunjung.
Aktivitas Wisata dan Konservasi
Karena lokasinya yang berbentuk teluk dan berada di sebelah timur kawasan konservasi laut Taman Nasional Tanjung Putus, arus ombak di Pantai Tanjung Tinggi relatif tenang. Kondisi ini sangat ideal bagi wisatawan yang ingin berenang, bermain kano, *jetski*, hingga memancing.
Perairan di sekitar pantai juga kaya akan keanekaragaman hayati, menjadikannya lokasi sempurna untuk *snorkeling* dan menyelam guna melihat terumbu karang serta berbagai spesies ikan tropis. Selain itu, pantai ini merupakan habitat penting bagi penyu lekang untuk bertelur, sehingga upaya konservasi terus digalakkan guna menjaga populasi satwa tersebut.
Menikmati Kuliner Khas di Senja Hari
Setelah lelah beraktivitas, wisatawan dapat mencicipi kuliner khas Belitung, yakni *Gangan*. Masakan ini berupa sayur dengan bumbu utama kunyit, nanas muda, dan kepala ikan yang menghasilkan cita rasa asam-pedas yang menggugah selera. Menikmati kuliner ini sembari menyaksikan matahari terbenam (*sunset*) menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung.
Kekayaan Budaya dan Tradisi Lokal
Pantai yang dulunya merupakan pelabuhan nelayan setempat ini—dikenal sebagai Pelabuhan Bilik—juga menyimpan tradisi budaya yang masih lestari. Beberapa di antaranya adalah:
Upacara Adat. Tradisi *Maras Taun* sebagai wujud syukur atas hasil panen, serta ritual *Muang Jong*, yakni melarung miniatur perahu berisi sesaji kepada penguasa laut.
Tradisi Makan Bedulang. Budaya makan bersama dalam satu nampan besar yang merekatkan tali persaudaraan antarwarga.
Kesenian Tradisional. Pertunjukan seperti Tari Campak, Begambus, dan Stambul Fajar yang menjadi identitas budaya masyarakat Bangka Belitung.
Selain keindahan alam dan budayanya, wisatawan juga dapat mengunjungi Vihara Dewi Kwan Im yang terletak tidak jauh dari kawasan tersebut. Sebagai vihara tertua dan terbesar di Pulau Belitung yang berdiri sejak abad ke-18, tempat ini menawarkan wisata religi dan sejarah dengan patung Dewi Kwan Im setinggi 12 meter yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. (NAS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....