Desa Agro Wisata Agam Kekayaan Alam Budaya Nagari
- 20 Jan 2026 16:56 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Agam, Sumatera Barat, terus menunjukkan potensinya sebagai kawasan pengembangan desa agro wisata yang mengintegrasikan sektor pertanian, alam, dan budaya. Sejumlah nagari di daerah ini memiliki keunikan dan daya tarik masing-masing, mulai dari agrowisata jeruk, wisata alam dan danau, hingga eco wisata dan kesenian tradisional, yang secara keseluruhan mendukung penguatan pariwisata berbasis desa.
Salah satu nagari yang memiliki potensi besar adalah Nagari Koto Tinggi di Kecamatan Baso. Wilayah ini tengah dikaji untuk dikembangkan sebagai kawasan agrowisata jeruk, mengingat kondisi geografis dan iklimnya yang sangat mendukung budidaya jeruk berkualitas. Selain potensi pertanian, Koto Tinggi juga memiliki Air Terjun Koto Tinggi yang menawarkan panorama alam yang masih asri. Meski akses menuju lokasi air terjun tergolong menantang, keindahan alam yang disuguhkan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan pencinta petualangan.
Sementara itu, Nagari Duo Koto dikenal dengan kekayaan wisata alam dan kuliner khas Danau Maninjau. Kawasan ini menawarkan destinasi seperti Linggai Park, Batu Gadang, serta beberapa air terjun alami. Tidak hanya itu, Duo Koto juga menjadi surga kuliner tradisional dengan sajian khas danau, seperti rinuak dan aneka olahan ikan kecil yang menjadi ciri khas wilayah Maninjau.
Di lereng Gunung Singgalang, Nagari Koto Tuo (Old City) mengembangkan konsep eco wisata syariah. Nagari ini menawarkan villa syariah, pemandian alam Sikabu, serta sejumlah air terjun yang memanfaatkan keindahan alam pegunungan. Konsep wisata yang ramah lingkungan dan berlandaskan nilai-nilai syariah menjadi keunikan tersendiri yang membedakan Koto Tuo dari nagari lainnya.
Potensi wisata berbasis alam dan budaya juga tampak di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya. Nagari ini memiliki dataran tinggi yang berpadu dengan tepian Danau Maninjau, serta menawarkan pengalaman glamping melalui Tunggu Buto Glamping. Selain itu, masyarakat setempat juga mengembangkan budidaya madu dan melestarikan kesenian lokal seperti Tambua Tansa dan Simuntu. Berkat inovasi dan pengelolaan potensi desanya, Koto Kaciak berhasil masuk dalam 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.
Tak ketinggalan, Nagari Koto Gadang yang terkenal dengan iklim sejuk dan pemandangan alam menawan di antara Ngarai Sianok dan Gunung Singgalang. Nagari ini memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata budaya dan alam, sekaligus menjadi salah satu ikon pariwisata Kabupaten Agam.
Kabupaten Agam memiliki kekayaan desa wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, pertanian, budaya, dan kearifan lokal. Karakteristik unik tersebut menjadi modal penting dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan berbasis desa, sekaligus memperkuat posisi Agam sebagai salah satu destinasi unggulan di Sumatera Barat. (ER)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....