Kemenag Bukittinggi Perkuat Pemahaman Keagamaan Melalui Bimbingan Jenazah
- 22 Sep 2026 05:49 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam melaksanakan kewajiban fardu kifayah, khususnya ketika menghadapi proses penyelenggaraan jenazah,
Kementerian Agama kota Bukittinggi melalui Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (IPARI) kota Bukittinggi memberikan bimbingan Penyelenggara Jenazah Bertempat di Kantor Lurah Aua Tajungkang Tangah Sawah(ATTS) Senin, 21 September 2026.


Kegiatan dihadiri Camat Guguak Panjang, H. Heru Triastanawa,S.Pd.I.M.Pd, Lurah ATTS Yassir Hidayat,SH, Kepala KUA Kecamatan Yuridarsan Ketua LPM D. Datuak Pado Basa, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta masyarakat Kelurahan ATTS.
Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Masyarakat tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teoritis, tetapi juga diarahkan memahami tahapan penyelenggaraan jenazah secara benar sesuai tuntunan syariat Islam dan praktik yang berkembang di tengah masyarakat.
Materi penyuluhan mencakup sejumlah tahapan penting, mulai dari menghadapi orang yang sedang dalam kondisi sakaratul maut, tata cara memandikan jenazah, mengkafani, menyalatkan hingga proses pemakaman.
Pemahaman tersebut dinilai penting karena penyelenggaraan jenazah merupakan bagian dari kehidupan sosial keagamaan yang hampir pasti akan dihadapi masyarakat.
Ketika terjadi musibah kematian, keluarga yang ditinggalkan membutuhkan dukungan masyarakat yang memiliki kemampuan dan pemahaman memadai agar seluruh proses dapat dilaksanakan dengan baik.
Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diingatkan bahwa penyelenggaraan jenazah bukan semata-mata persoalan teknis, tetapi memiliki nilai ibadah dan tanggung jawab sosial.
Kewajiban tersebut termasuk fardu kifayah yang apabila telah dilaksanakan oleh sebagian masyarakat, maka kewajiban tersebut gugur bagi masyarakat lainnya.
Kehadiran unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, KUA, lembaga kemasyarakatan, aparat kewilayahan serta masyarakat menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat pembinaan kehidupan keagamaan di tingkat kelurahan.
Kepala Kantor Kementerian Agama kota Bukittinggi DR. H. Irwan,MA menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Kepala KUA Guguak Panjang serta para Penyuluh Agama yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
"Terimakasih dan apresiasi kepada Kepala KUA serta Penyuluh Agama yang telah menggerakkan kegiatan yang tentunya akan berdampak langsung terhadap pemahaman keagamaan bagi masyarakat. Penyelenggaraan jenazah merupakan sebuah kepastian yang akan terus dialami oleh masyarakat. Mari berikan bimbingan dan dan pemahaman, sehingga penyelenggaraan jenazah sesuai dengan syari'at serta ketentuan agama," ungkap H. Irwan.
Camat Kecamatan Guguak Panjang, H. Heru Triastanawa menilai, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, kepedulian tidak hanya dibutuhkan ketika seseorang masih hidup, tetapi juga ketika keluarga dan lingkungan menghadapi peristiwa duka.
"Dengan adanya bimbingan penyelenggaraan jenazah ini, masyarakat akan memperoleh bekal pengetahuan yang memadai, sehingga mereka dapat hadir membantu pelaksanaan penyelenggaraan jenazah secara lebih terarah, tertib dan sesuai tuntunan agama," ucap H. Heru Triastanawa.
Sementara itu, Lurah ATTS Yassir Hidayat menyambut baik pelaksanaan penyuluhan tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas masyarakat dalam persoalan keagamaan perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama menyangkut hal-hal yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Kegiatan ini sangat bermanfaat, bukan hanya memberikan pengetahuan keagamaan, kegiatan seperti ini juga dapat memperkuat kepedulian dan semangat gotong royong warga.
Ketika ada warga yang meninggal dunia, masyarakat diharapkan tidak hanya hadir untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga mampu membantu keluarga dalam proses penyelenggaraan jenazah," terang Yassir Hidayat.
Sementara itu, Kepala KUA Guguak Panjang, Yuridarsan menyebutkan kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk berbagai serta memperdalam pemahaman masyarakat mengenai berbagai persoalan yang mungkin muncul ketika melakukan penyelenggaraan jenazah. Sehingga,
kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga menjadi sarana bertukar pengalaman antara penyuluh agama dan masyarakat.
"Pemahaman terhadap penyelenggaraan jenazah sangat penting, mengingat perubahan sosial dan kesibukan masyarakat dapat menyebabkan semakin sedikitnya warga yang memiliki pengalaman langsung dalam menangani penyelenggaraan jenazah. Karena itu, Kementerian Agama kota Bukittinggi melalui KUA dan Penyuluh masing-masing Kecamatan berkewajiban untuk memberi pembekalan secara langsung melalui penyuluhan dan praktek penyelenggaraan jenazah di tengah masyarakat," ujar Yuridarsan.
Keberadaan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut turut memperlihatkan dukungan terhadap berbagai kegiatan pembinaan masyarakat di tingkat kelurahan.
Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat keamanan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan saling peduli.(Andreas)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....