Petani Berdasi Payakumbuh Diperkuat Dukungan Kementan RI
- 21 Sep 2026 09:00 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Payakumbuh - Pemerintah Kota Payakumbuh mempercepat pengendalian inflasi melalui penguatan ketahanan pangan daerah. Langkah ini dilakukan dengan merealisasikan program Petani Berdasi yang telah diluncurkan sebelumnya.
Program Petani Berdasi merupakan singkatan dari Petani Bersama Pemerintah Daerah Mengendalikan Inflasi. Inovasi tersebut mendapat dukungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui penguatan teknis pertanian perkotaan.
Dukungan itu diwujudkan melalui penanaman serentak bawang merah dan cabai di halaman Balai Kota Payakumbuh. Kegiatan berlangsung pada Jumat, 18 September 2026, dipimpin Sekretaris Daerah Rida Ananda.
Rida Ananda memimpin kegiatan mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bersama Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Kementan RI, Dr. Tedy Dirhamsyah. Kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut pelaksanaan program Petani Berdasi di lingkungan aparatur pemerintah.
Rida menegaskan pengendalian inflasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat dan TPID. Menurutnya, penanganan inflasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan aparatur sipil negara (ASN).
"Petani Berdasi adalah gerakan kolaborasi. Sesuai visi Bapak Wali Kota, kita ingin ASN Payakumbuh menjadi role model," tegas Rida.
Ia menjelaskan ASN tidak hanya dituntut memberikan pelayanan publik yang profesional. ASN juga diharapkan menjadi contoh dalam membangun kepedulian terhadap ketahanan pangan keluarga dan masyarakat.
Sebagai tahap pelaksanaan, seluruh ASN yang berkantor di Balai Kota menerima paket sarana tanam. Paket tersebut terdiri atas polybag, media tanam, serta bibit bawang merah dan cabai untuk dirawat di lingkungan kantor.
Rida menyebut kegiatan tersebut memiliki pesan edukatif dan keteladanan bagi masyarakat. Ia berharap keterlibatan ASN dapat mendorong warga memanfaatkan pekarangan untuk menghasilkan pangan secara mandiri.
"Satu polybag adalah simbol. Kita tidak semata mengejar volume panen, melainkan membangun mentalitas kemandirian pangan," ujar Rida.
Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Kementan RI Dr. Tedy Dirhamsyah mengapresiasi inovasi Petani Berdasi. Ia memberikan penguatan kapasitas teknis melalui materi Urban Farming dalam Upaya Pemenuhan Pangan dan Peningkatan Pendapatan Keluarga.
Tedy memaparkan teknik pertanian perkotaan, seperti hidroponik, vertikultur, dan pemanfaatan polybag. Teknik tersebut dapat diterapkan untuk mengoptimalkan pekarangan kantor maupun rumah sebagai lahan produktif.
"Melalui urban farming, ASN dan masyarakat dapat menekan pengeluaran harian secara signifikan," jelas Tedy. Ia juga menilai kegiatan tersebut dapat mendukung peningkatan status gizi keluarga melalui konsumsi sayuran sehat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan instruksi Sekda kepada seluruh kepala perangkat daerah. Mereka diminta memantau perkembangan tanaman secara berkala untuk memastikan keberlanjutan program Petani Berdasi. (MC)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....