Trans Da'i: Urgensi Dakwah Bagi Warga Binaan
- 16 Sep 2026 03:09 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,,Bukittinggi - Sinergi program pembinaan keagamaan bagi warga binaan terus dilanjutkan secara berkesinambungan. Program Trans Da'i (Transformasi Napi menjadi Da'i) sebagai kerjasama antara Kementerian Agama Kota Bukittinggi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Bukittinggi kali ini menghadirkan Ustadz Nofrizal sebagai narasumber yang menyampaikan materi seputar dakwah, urgensi dakwah, tujuan dakwah serta landasan Al-Qur'an dan hadis tentang dakwah.
Bertempat di Aula Imam Bonjol LP Kelas IIA Bukittinggi (Biaro).
Selasa, 15 September 2026.
Ustadz Nofrizal menegaskan bahwa dakwah bukan hanya aktivitas menyampaikan ceramah di masjid atau majelis taklim, tetapi merupakan upaya mengajak manusia menuju kebaikan, memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Dakwah pada hakikatnya adalah mengajak kepada kebaikan dan mengantarkan manusia kembali kepada jalan Allah. Karena itu, dakwah tidak boleh dipahami sebagai kegiatan yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang tertentu. Setiap Muslim memiliki tanggung jawab untuk menjadi bagian dari kebaikan sesuai kemampuan dan kapasitasnya,” ujar Ustaz Nofrizal.
Ia kemudian mengutip firman Allah SWT dalam QS. Ali 'Imran ayat 104:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
"Ayat ini menunjukkan pentingnya keberadaan dakwah dalam kehidupan umat Islam. Dakwah memiliki fungsi mengingatkan manusia ketika lalai, menguatkan ketika lemah, serta memberikan harapan bagi seseorang yang sedang berusaha memperbaiki kehidupannya," terang Nofrizal.
Ia juga berpesan kepada warga binaan agar tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan untuk berhenti memperbaiki diri.
“Jangan pernah mengatakan, ‘Saya sudah terlalu jauh dari Allah.’ Selama manusia masih hidup, pintu taubat masih terbuka. Yang Allah lihat bukan hanya bagaimana masa lalu kita, tetapi bagaimana kita mengakhiri perjalanan hidup kita,” tuturnya.
Ia mengajak warga binaan menjadikan masa menjalani pembinaan sebagai momentum muhasabah, taubat, dan perubahan diri.
Menurutnya, berada di dalam lembaga pemasyarakatan bukan berarti seseorang kehilangan kesempatan untuk menjadi manusia yang lebih baik. Justru masa pembinaan dapat menjadi ruang untuk melakukan introspeksi, memperbaiki ibadah, memperkuat akhlak, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Selanjutnya Ustadz Nofrizal menjelaskan bahwa dakwah memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya mengajak manusia untuk mengenal dan menaati Allah SWT, memperbaiki akidah dan ibadah, membangun akhlak mulia, mencegah kemungkaran, serta menciptakan kehidupan yang lebih baik berdasarkan nilai-nilai Islam.
Ia juga mengutip firman Allah SWT:
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik.”
(QS. An-Nahl: 125)
Ayat tersebut, jelasnya, mengajarkan bahwa dakwah harus dilakukan dengan hikmah, nasihat yang baik, dan pendekatan yang tepat.
“Dakwah tidak boleh dilakukan dengan merendahkan, menghina atau menghakimi orang lain. Seorang dai harus menghadirkan kasih sayang, keteladanan dan memberikan jalan keluar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ustadz Nofrizal mengingatkan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari banyaknya orang yang mendengarkan ceramah, tetapi dari adanya perubahan positif dalam kehidupan seseorang.
“Kalau setelah mengikuti dakwah seseorang semakin dekat dengan Allah, semakin rajin salat, semakin menghormati orang tua, semakin baik kepada sesama dan meninggalkan perbuatan buruk, maka di situlah kita melihat buah dari dakwah,” katanya.
Ia mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan kesempatan tersebut sebagai titik awal perubahan.
“Jangan tunggu menjadi sempurna untuk kembali kepada Allah. Kembalilah kepada Allah sekarang, dengan salat, dengan taubat, dengan membaca Al-Qur'an, dengan memperbaiki akhlak dan dengan memperbanyak amal saleh. Bisa jadi, hari ini adalah awal dari kehidupan kita yang jauh lebih baik,”pungkasnya.(Andreas)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....