Kacabdin Wilayah I Sumbar Rayakan HUT Defi, Kisah Buyuang Aia

  • 11 Sep 2026 09:10 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Perayaan ulang tahun ke-52 Dr. H. Defi Endri, M.Pd., MM., berlangsung penuh keakraban dan silaturahmi. Kepala SMK Genus Bukittinggi tersebut mendapat ucapan dan kejutan dari berbagai pihak sejak Senin (7/9/2026) hingga Kamis (10/9/2026).

Salah satu rangkaian perayaan digelar bersama Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah I Sumatera Barat di Rumah Makan Family Benteng Bukittinggi, Kamis (10/9/2026).

Kepala Cabdin Pendidikan Wilayah I Sumatera Barat, Willia Zuwerni, S.Pd., M.Si., bahkan menyempatkan hadir meski tengah menjalankan puasa sunah.

“Sekarang saya sedang puasa sunah. Kita hadir dan ikut memeriahkan di Family Benteng, rayakan ulang tahun Pak Def,” ujar Willia.

Menurut Willia, kehadiran jajaran Cabdin merupakan bentuk dukungan sekaligus upaya mempererat hubungan dan komunikasi yang selama ini telah terjalin baik dengan SMK Genus Bukittinggi.

“Pak Def sudah terbiasa merasakan suasana seperti ini, jadi kita suport. Selama ini hubungan Cabdin dengan SMK Genus juga terjalin cukup bagus, terutama dalam komunikasi,” katanya.

Sementara itu, Defi Endri mengaku bersyukur dapat memasuki usia 52 tahun dengan berbagai perjalanan kehidupan yang telah dilaluinya.

“Ini merupakan ulang tahun saya yang ke-52. Saya lahir pada 7 September 1974. Setiap tahun kita menyampaikan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Salah satunya dengan berkumpul seperti ini untuk mendekatkan diri dan menjalin silaturahmi,” ungkap Defi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Cabdin Pendidikan Wilayah I Sumbar yang berkenan hadir memberikan ucapan selamat di hari istimewanya tersebut.

Lahir di Air, Dijuluki “Buyuang Aia”

Di balik perayaan ulang tahunnya, Defi Endri memiliki kisah kelahiran yang tidak biasa. Ia menceritakan bahwa dirinya lahir pada 7 September 1974 sekitar pukul 18.30 WIB, bertepatan dengan waktu Magrib.

Menurut penuturannya, proses kelahirannya berlangsung secara tradisional dan berbeda dengan persalinan melalui tenaga medis seperti yang dikenal saat ini.

“Saya lahir dahulu di air. Kelahiran saya sangat langka. Saya lahir di bandar dan hanyut di dalam karung. Setelah lebih kurang satu jam terapung di bandar dalam karung, baru saya ditemukan,” tuturnya.

Kisah tersebut kemudian membuat Defi kecil mendapat julukan “Buyuang Aia” di kampungnya.

“Saya lahir jam 18.30, pas Magrib. Saya lahir berkarung, hanyut, dan sekitar satu jam baru ditemukan. Di kampung saya, nama saya Buyuang Aia. Alhamdulillah sampai saat ini rezeki saya seperti air yang mengalir,” ungkapnya.

Defi mengaku, kisah kelahirannya tersebut dahulu sempat menjadi bahan ejekan. Namun, ia kini justru melihatnya dari sisi yang berbeda.

“Dahulu orang mengejek saya karena saya lahir di air. Orang lahir di kasur, saya lahir di air. Namun sekarang tenaga medis justru sudah mengenal dan menyarankan metode melahirkan di air,” katanya.

Ia pun memaknai perjalanan hidupnya melalui filosofi air yang terus mengalir. Baginya, air menjadi simbol rezeki, perjalanan, sekaligus kehidupan yang terus bergerak.

Dirayakan di Berbagai Tempat

Perayaan HUT ke-52 Defi Endri tidak hanya berlangsung satu hari. Sejumlah kegiatan digelar di beberapa tempat bersama keluarga besar pendidikan dan rekan-rekannya.

Pada Senin (7/9/2026), perayaan berlangsung di SMA Praja Sumbar, Padang, setelah pelaksanaan upacara bendera.

Kemudian Rabu (9/9/2026), giliran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Kota Bukittinggi menggelar perayaan di Pondok Raso. Kegiatan tersebut dihadiri kepala sekolah SMK negeri maupun swasta.

Sementara Kamis pagi, keluarga besar SMK Genus Bukittinggi turut merayakan hari jadi kepala sekolah mereka di lingkungan sekolah.

Suasana penuh keakraban mewarnai kegiatan tersebut. Guru, tenaga kependidikan, dan siswa menyampaikan ucapan serta doa bagi kesehatan, keberkahan, dan kesuksesan Defi Endri.

Momen tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi keluarga besar SMK Genus terhadap dedikasi Defi Endri dalam mengembangkan dunia pendidikan.

Kebersamaan yang terbangun dalam rangkaian perayaan HUT ke-52 itu bukan sekadar seremoni ulang tahun, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pimpinan sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, jajaran Cabdin, serta para kepala sekolah SMK di Kota Bukittinggi.

Di usia 52 tahun, kisah “Buyuang Aia” yang dahulu mungkin terdengar sederhana dan unik kini menjadi bagian dari perjalanan hidup Defi Endri.

Air yang dahulu menjadi kisah kelahirannya, ia maknai sebagai filosofi kehidupan: terus mengalir, bergerak, dan membawa rezeki serta manfaat bagi orang lain

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....