Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Terbesar di Kabupaten Tanah Datar
- 03 Sep 2026 21:51 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Tanah Datar - Rencana pendirian Sekolah Rakyat (SR) berskala nasional yang diinisiasi oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto terus dimatangkan. Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, akan menjadi lokasi pembangunan fasilitas pendidikan massal tersebut, tepatnya di Kecamatan Tanjung Baru.
Sekolah yang mengusung konsep boarding school ini diproyeksikan tidak hanya menjadi yang termegah di Sumatra Barat, tetapi juga akan memecahkan rekor sebagai Sekolah Rakyat terbesar se-Indonesia dengan target daya tampung mencapai tiga ribu peserta didik dari tingkat pendidikan dasar hingga menengah atas. Lahan seluas puluhan hektare telah disiapkan secara swadaya oleh masyarakat setempat guna mendukung penuh realisasi dari program nasional ini.
Dukungan nyata warga ditunjukkan melalui penyerahan lahan secara bertahap yang lokasinya strategis karena berbatasan langsung dengan lima puluh kota lainnya.
Camat Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar, Yoghi Alfinder, menjelaskan, secara rinci mengenai total luasan lahan yang berhasil dihimpun berkat partisipasi aktif warga di dua jorong berbeda, serta lokasi spesifik titik awal proyek bergengsi tersebut akan dibangun.
"Untuk sekarang totalnya sudah mencapai 23 hektare. Di Nagari Tanjung Alam itu wilayahnya ada di dua jorong Bapak, Jorong Koto Gadih dan Jorong Koto. Kalau dari pusat kecamatan, itu lebih kurang 2,5 kilometer. Kalau dari pemerintahan nagari, sekitar 2 kilometer," imbuhnya, Kamis, 3 September 2026.

Yoghi Alfinder menyebutkan, pembangunan SR yang masif ini akan dilaksanakan secara bertahap dan terukur. Infrastruktur pendukung, termasuk pengerasan dan pelebaran jalan utama menuju lokasi, telah rampung dikerjakan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah menyambut program ini.
"Untuk tahap awal rekrutmen peserta didik, pemerintah akan memprioritaskan warga lokal dengan mengacu pada pemetaan kelompok ekonomi rentan dari Kementerian Sosial agar target pemerataan pendidikan dapat tepat sasaran," jelasnya.
Yoghi Alfinder menegaskan, mengenai target waktu pelaksanaan peletakan batu pertama proyek ini serta tahapan awal seleksi penerimaan murid.
"Sampai sekarang masih pematangan lahan, wacananya di bulan September, akhir September mungkin, itu akan dilakukan ground breaking-nya. Kalau teknis penerimaan 3.000 anak itu menyesuaikan, karena nanti yang diprioritaskan masuk sekolah itu dari data desil 1 dan 2, acuan kita di situ," ujarnya.
Hadirnya Sekolah Rakyat terbesar ini diharapkan tidak sekadar memberikan bekal pendidikan formal akademis, melainkan juga keterampilan terapan bagi para siswa yang selama ini terkendala ekonomi. Lebih jauh, operasional sekolah yang dirancang dengan sistem asrama penuh ini diyakini akan menciptakan perputaran ekonomi baru.
Yoghi Alfinder menambahkan, Pemerintah kecamatan mendorong warga untuk melihat peluang bisnis ini dengan menjadi penyedia kebutuhan logistik harian asrama, mulai dari hasil pertanian hingga suplai bahan makanan, demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan Tanjung Baru. (NAS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....