Pesantren Lapas: Warga Binaan Perdalam Tahsin dan Shalat Jenazah
- 01 Sep 2026 09:32 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Biaro - Program Pesantren Lapas sebagai bentuk sinergi antara Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi terus berjalan secara berkesinambungan hingga penghujung Agustus 2026.
Program pembinaan keagamaan ini menjadi salah satu wujud komitmen Kementerian Agama dalam memberikan perhatian terhadap peningkatan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan.
Pada pertemuan kali ini, Senin (31/8/2026), materi disampaikan oleh Ustadz Darul Aspani dengan bahasan pendalaman dan tahsin Al-Qur’an serta praktik bacaan shalat jenazah. Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diikuti secara antusias oleh para warga binaan.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Darul Aspani menekankan pentingnya ketepatan dalam membaca Al-Qur’an, baik dari aspek makhraj maupun kaidah bacaan. Menurutnya, ketepatan bacaan menjadi hal yang sangat penting karena kesalahan dalam pelafalan dapat mempengaruhi makna dari ayat yang dibaca.
Selain pendalaman tahsin Al-Qur’an, warga binaan juga mendapatkan pembelajaran dan praktik bacaan shalat jenazah. Materi tersebut diharapkan dapat menambah pengetahuan sekaligus membekali mereka dengan kemampuan keagamaan yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pemateri yang secara konsisten meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dan memberikan pembinaan keagamaan kepada warga binaan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemateri yang terus konsisten memberikan ilmu yang dimiliki. Semoga setiap ilmu yang disampaikan menjadi amal kebaikan dan memberikan manfaat bagi para warga binaan,” ujar H. Irwan.
Ia juga mengapresiasi semangat para warga binaan yang terus menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan pembinaan keagamaan. Menurutnya, semangat tersebut merupakan modal penting dalam proses pembinaan diri dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
H. Irwan berharap seluruh ilmu dan pembelajaran yang diperoleh melalui Program Pesantren Lapas dapat memberikan manfaat dan keberkahan, tidak hanya selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga ketika para warga binaan kembali berkumpul bersama keluarga dan berbaur dengan masyarakat.
“Semoga ilmu yang telah disampaikan dan diterima dapat bermanfaat serta menjadi berkah dunia dan akhirat, sehingga para warga binaan benar-benar memiliki bekal yang cukup, khususnya bekal keagamaan, setelah kembali ke tengah keluarga dan masyarakat,” harapnya.
Program Pesantren Lapas ini diharapkan terus menjadi ruang pembinaan yang memberikan penguatan spiritual, peningkatan pemahaman keagamaan, serta motivasi bagi warga binaan untuk memperbaiki diri.
Sinergi antara Kementerian Agama dan Lapas Kelas IIA Bukittinggi menjadi bagian penting dalam menghadirkan pembinaan yang humanis dan berorientasi pada kesiapan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat (Andreas)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....