Defisit RAPBD Perubahan 2026 Rp73 Miliar, Pemkab Pasbar Optimalkan PAD
- 29 Agt 2026 22:20 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Pasaman Barat: Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berkomitmen memperkuat kemandirian fiskal.
Komitmen itu disampaikan Bupati Yulianto menanggapi laporan Badan Anggaran DPRD.
Rapat Paripurna digelar Jumat, 28 Agustus 2026 di Gedung DPRD Pasaman Barat.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Dirwansyah didampingi Wakil Ketua Insan Sabri.
Berdasarkan laporan Badan Anggaran, defisit RAPBD Perubahan 2026 tercatat Rp73,09 miliar.
Pendapatan daerah diproyeksikan Rp1,337 triliun, sedangkan belanja daerah Rp1,410 triliun.
Proyeksi pendapatan tidak mengalami perubahan dari rancangan awal.
Sumber pendapatan dari pendapatan transfer Rp1.163.027.214.043 dan Pendapatan Asli Daerah Rp173.086.520.058.
Belanja daerah tetap sebesar Rp1.410.788.756.055.
Rinciannya belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer.
Selisih defisit Rp73.096.446.955 ditutup melalui pembiayaan neto.
Sumber pembiayaan berasal dari penerimaan pembiayaan termasuk Sisa Lebih Perhitungan Anggaran tahun sebelumnya.
Bupati Yulianto menegaskan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah jadi prioritas.
Langkahnya intensifikasi pendataan wajib pajak dan retribusi serta pemutakhiran basis data.
Pemerintah Kabupaten juga akan memperkuat digitalisasi sistem pembayaran.
Serta percepatan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan perusahaan dan pajak reklame.
Wakil Bupati Muhammad Ihpan menyebut aplikasi SEPAKAT akan diluncurkan September 2026.
Koordinasi pemungutan pajak dan retribusi hingga tingkat kecamatan dan nagari diperkuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....