Kemenag dan Dinsos Gelar Upacara Serentak Stop Bullying di 12 Madrasah
- 24 Agt 2026 11:06 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Padang Panjang - Menindaklanjuti instruksi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Kementerian Agama Kota Padang Panjang bersama Dinas Sosial PPKBPPPA menggelar upacara serentak di 12 madrasah, Senin 24 Agustus 2026.
Upacara bertema "STOP BULLYING DAN KEKERASAN DI MADRASAH" ini menjadi langkah bersama mencegah perundungan dan menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, ramah, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
Di MAS KUI dan MTsS Thawalib Puteri, upacara dipimpin Kepala Kantor Kemenag Padang Panjang Mukhlis M. didampingi Kasi Pendidikan Madrasah Emi Ratna Aprilana. Sementara di MAN 1, upacara dipimpin Kabid Pengendalian Penduduk KB Rahmaisa mewakili Kadinsos Winarno, bersama Perencana Fryta Nery Putri Zam dan Kasubag TU UPTD PPPA Melda Sagita.
Di MAN 2 PK, upacara dipimpin perwakilan Dinsos PPKBPPPA Azani Maizuar bersama Kasubbag TU Kemenag Endang Sriyani dan Najmiatul Fijar dari Dinsos. Di MAN 3 dipimpin Syafriman Thaib dari Dinsos PPKBPPPA didampingi Pengawas Madrasah Yanti Novera dan Herlina Harun dari Dinsos.
Upacara serupa juga dilaksanakan di MAS KUI dan MTsS Thawalib Putera oleh Trinanda Wahyuni dari Dinsos bersama PTP Kemenag Maulana Ihsan dan Chyntia Farita Sari dari Dinsos. Di MA Kulliyatul Muballighien dan MTsS Muhammadiyah dipimpin Pengawas Madrasah Supriyanto bersama Indah Fanny Fajriyah dan Dina Herlin. Di MAS dan MTsS Thawalib Gunung dipimpin Pengawas Madrasah Agus Nasution bersama Syafruddin dan Agnanta Mutia Dara. Sedangkan di Serambi Mekkah dipimpin Pengawas Madrasah Syariva 'Aini bersama Susi Mitra Sari, Zikra Tul Fikri, dan PTP Roza Marlina. Seluruh kepala madrasah negeri dan swasta hadir sebagai tuan rumah.
Kakankemenag Mukhlis M. mengapresiasi Dinsos PPKBPPPA yang menyediakan Pos Molin dan Pos Curhat Mobile yang berjadwal mengunjungi madrasah. Ia mendorong madrasah memperkuat kanal pengaduan yang aman dan ramah bagi siswa.
"Tidak cukup hanya dengan memajang poster anti bullying, tetapi perlu adanya edukasi yang dilakukan secara terus menerus. Misalnya dengan memasukkan literasi anti-bullying dalam kegiatan pembelajaran, pembinaan siswa, kegiatan keagamaan, masa taaruf siswa, esktrakurikuler, pembinaan asrama, dan di berbagai kegiatan madrasah lainnya," katanya.
Usai upacara, seluruh peserta membacakan Deklarasi Stop Bullying dan Anti Kekerasan sebagai komitmen menolak perundungan, intimidasi, dan tindakan yang menghambat perkembangan peserta didik. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari bullying serta kekerasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....