Pemberdayaan Ekonomi Umat: Penyaluran Bantuan Bukittinggi Makmur
- 20 Agt 2026 21:34 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukitting - Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bukittinggi dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Ashpen melaksanakan penandatanganan berita acara sekaligus penyerahan bantuan Program Bukittinggi Makmur sebagai wujud pemberdayaan ekonomi umat melalui Kantor Urusan Agama Bertempat di Aula Kantor Kemenag setempat Kamis, 20 Agustus 2026.
Bantuan tersebut akan disalurkan kepada 48 orang penerima manfaat dari Baznas Kota Bukittinggi dan 5 orang penerima manfaat dari LAZ Ashpen sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi umat dan penguatan kemandirian masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan, Ketua Baznas Kota Bukittinggi Yandri Gusdianto Dt. Alang Batuah, Ketua LAZ Ashpen Zulfamiadi, Kasubbag TU Hj. Tri Andriani Djusair, Penyelenggara Zakat Wakaf, Husnul Bashir, para Kepala KUA, serta Penyuluh Agama Islam selaku pendamping Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) se-Kota Bukittinggi.
Dalam arahannya, H. Irwan menegaskan bahwa para penerima manfaat Program Pemberdayaan Ekonomi Umat di setiap kecamatan harus menjadi salah satu objek binaan para penyuluh. Menurutnya, pendampingan tidak berhenti pada saat bantuan diserahkan, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Penyuluh harus mengawal penerima manfaat dan memberikan laporan perkembangan setiap bulan. Kita ingin bantuan yang diberikan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan, kemandirian ekonomi dan peningkatan kualitas keagamaan masyarakat,” tegasnya.

H. Irwan juga mengingatkan pentingnya integritas, loyalitas, komitmen, dan keseriusan seluruh pihak dalam menjalankan tugas, terutama dalam menata kehidupan ekonomi sekaligus memperkuat kehidupan agama masyarakat.
Ia mengajak seluruh elemen untuk menumbuhkan kepedulian dan empati terhadap masyarakat yang masih berada dalam kondisi kekurangan. Menurutnya, kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kebaikan, salah satunya dengan aktif menyalurkan sedekah melalui program Sedekah Berkah sebagai salahsatu program Kemenag dengan Baznas Kota Bukittinggi.
“Kita harus mampu merasakan kepahitan hidup yang dirasakan saudara-saudara kita yang kekurangan. Tumbuhkan empati dan kepedulian. Salah satu caranya adalah dengan membiasakan diri bersedekah melalui Sedekah Berkah,” ajaknya.
Ketua Baznas Kota Bukittinggi, Yandri Gusdianto Dt. Alang Batuah, mengatakan bahwa ketahanan keluarga tidak hanya ditentukan oleh kekuatan akidah, tetapi juga sangat berkaitan dengan ketahanan ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa penyaluran zakat dilakukan berdasarkan kebutuhan dan permintaan para mustahik, sehingga bantuan yang diberikan diharapkan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan penerima.
“Insya Allah, penyaluran zakat akan terus kita tingkatkan, baik dari sisi penyaluran maupun kuotanya,” ungkapnya.
Yandri menambahkan, Baznas tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan bantuan, khususnya untuk mendukung usaha masyarakat. Setiap program harus dipastikan memenuhi prinsip aman syariah, aman regulasi, dan aman NKRI.
Melalui sinergi antara Kementerian Agama, Baznas, LAZ, KUA, dan Penyuluh Agama Islam, Program Bukittinggi Makmur diharapkan tidak sekadar menjadi bantuan sesaat, tetapi mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang mendorong penerima manfaat semakin mandiri, produktif, dan pada akhirnya mampu keluar dari status mustahik menuju muzakki.
Sementara itu, Kasubbag TU Kemenag Kota Bukittinggi, Hj. Tri Andriani Djusair, menyampaikan bahwa Kementerian Agama bersama para penyuluh memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam membantu memperbaiki kondisi ekonomi penerima manfaat, tetapi juga dalam mengisi dan memperkuat kehidupan rohani mereka.
Ia meminta jajaran KUA dan Penyuluh melakukan pengawasan serta pendampingan secara serius untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi maupun ketaatan beragama masyarakat.
“Jangan hanya ekonominya yang kita perbaiki, tetapi juga rohaninya. Kita berharap pengawasan dan pendampingan yang dilakukan KUA dan Penyuluh dapat memberikan perubahan yang nyata bagi penerima manfaat,” ujarnya.
Hj. Tri Andriani juga menyampaikan harapan agar program tersebut mampu menciptakan perubahan status sosial dan ekonomi penerima manfaat.
“Semoga mustahik hari ini mampu menjadi muzakki,” harapnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serta penyerahan zakat dari Baznas kepada Kakan Kemenag dan dari Kakan Kemenag kepada Kepala KUA se-Kota Bukittinggi. Dari KUA masing-masing Kecamatan, zakat akan disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat. (Andreas)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....