Cegah GAKI, Indra Catri Dorong Konsumsi Garam Beriodium

  • 10 Agt 2026 15:35 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Agam - Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Indra Catri, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 19 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) di Ladang Hutan, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Minggu (9/8/2026).

Sosialisasi tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kecukupan asupan iodium dalam menjaga kesehatan, pertumbuhan, kecerdasan, serta kualitas sumber daya manusia.

Dalam kesempatan itu, Indra Catri menegaskan bahwa kesehatan masyarakat merupakan salah satu fondasi utama dalam pembangunan daerah. Karena itu, pencegahan GAKI tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat hingga tingkat keluarga.

"Iodium merupakan mineral esensial yang dibutuhkan tubuh, terutama untuk mendukung fungsi kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon yang berperan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia," ujar Indra Catri.

Ia menjelaskan, kekurangan iodium dapat menimbulkan berbagai persoalan kesehatan. Dampaknya antara lain dapat berkaitan dengan gangguan pertumbuhan dan perkembangan serta penurunan kualitas kecerdasan, yang dalam jangka panjang dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia.

Menurut Indra Catri, Perda Sumatera Barat Nomor 19 Tahun 2018 merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan GAKI secara berkelanjutan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam upaya tersebut adalah pengawasan terhadap peredaran garam konsumsi. Garam yang digunakan masyarakat harus memenuhi standar kandungan iodium sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Melalui perda ini, pemerintah memperkuat pengawasan terhadap garam konsumsi yang beredar di masyarakat. Garam yang dikonsumsi harus memenuhi standar kandungan iodium agar manfaat kesehatannya dapat dirasakan secara optimal," katanya.

Indra Catri juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memilih garam untuk kebutuhan rumah tangga. Masyarakat diminta memastikan produk garam yang dibeli dan digunakan merupakan garam beriodium sesuai standar.

Menurutnya, langkah sederhana dalam memilih garam beriodium dapat menjadi bagian penting dari upaya pencegahan GAKI di lingkungan keluarga.

Sosialisasi berlangsung interaktif. Selain pemaparan materi, masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai pemenuhan kebutuhan gizi keluarga serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan akibat kekurangan iodium.

Warga Ladang Hutan terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Berbagai pertanyaan disampaikan peserta, terutama berkaitan dengan pemilihan garam konsumsi dan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anggota keluarga.

"Kesadaran masyarakat menjadi kunci keberhasilan pencegahan GAKI. Mari kita biasakan menggunakan garam beriodium di rumah tangga demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas," tutur Indra Catri.

Ia berharap edukasi mengenai GAKI tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya asupan iodium, upaya pencegahan GAKI di Sumatera Barat diharapkan semakin kuat dan mampu mendukung peningkatan derajat kesehatan serta kualitas sumber daya manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....