TP-PKK Padang Panjang Latih 15 Siswa Jadi Konselor Sebaya di PPB

  • 05 Agt 2026 19:03 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Padang Panjang - Persoalan yang dihadapi remaja tidak selalu mudah disampaikan kepada orang tua maupun guru. Kehadiran teman sebaya yang mampu mendengar, memahami, dan memberikan dukungan dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat dan positif.

Semangat tersebut menjadi bagian dari Pelatihan Konseling Remaja yang diikuti 15 siswa tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) se-Kota Padang Panjang di Aula Kantor Camat Padang Panjang Barat (PPB), Rabu 5 Agustus 2026.

Pelatihan menghadirkan Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang Ny. Maria Feronika Hendri Arnis sebagai narasumber utama dengan materi "Konseling Remaja: Bimbingan dan Dukungan Psikologis untuk Menghadapi Masa Transisi".

Kegiatan dibuka Camat PPB Romi Ar Rahman. Turut hadir Lurah Pasar Usang Dodi Afriandi, Ketua TP-PKK Kecamatan dan Kelurahan, serta para peserta pelatihan.

Dalam pemaparannya, Ny. Maria mengatakan masa remaja merupakan fase penting yang penuh perubahan. Pada periode tersebut, remaja membutuhkan lingkungan yang mampu memberikan rasa aman untuk berbagi cerita, bertanya, dan mencari dukungan.

"Remaja harus menjadi agen perubahan yang mampu memberikan pengaruh positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Konselor sebaya memiliki peran penting sebagai tempat berbagi dan memberikan motivasi kepada teman-temannya," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun karakter remaja yang berakhlak, percaya diri, memiliki empati, serta mampu berkomunikasi dengan baik. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi remaja dalam berinteraksi dan menghadapi berbagai persoalan dalam lingkungan pertemanan.

Lebih lanjut Ny. Maria menyampaikan, konselor sebaya diharapkan tidak hanya menjadi tempat teman bercerita, tetapi juga mampu memberikan dukungan secara tepat dan mengarahkan teman yang membutuhkan bantuan kepada pihak yang lebih kompeten.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai komunikasi efektif, dasar-dasar konseling remaja, serta pendekatan menghadapi persoalan yang umum dialami remaja. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, simulasi, dan sesi tanya jawab.

Dengan metode tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dilatih untuk menjadi pendengar yang baik, membangun komunikasi positif, dan memberikan respons yang tepat ketika teman sebaya menyampaikan persoalan.

Camat Romi Ar Rahman berharap pelatihan ini dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian sosial tinggi.

"Harapan kita, melalui pelatihan ini lahir generasi muda yang mampu menjadi pendamping bagi teman sebaya, sekaligus menjadi pelopor terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh siswa," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....