Pembinaan Pesantren Lapas: Kemenag Bukittinggi Ajarkan Fikih Ibadah

  • 05 Agt 2026 14:13 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi -Sinergi program pembinaan keagamaan antara Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi (LP Biaro) terus berjalan secara berkesinambungan. Memasuki pertemuan ketiga dan keempat pelaksanaan pembinaan Pesantren Lapas, kegiatan diisi dengan materi fikih ibadah yang disampaikan oleh Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Bukittinggi, H. Azerul dan Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Ahmad Hamidi Selasa, 4 Agustus 2026.

H. Azerul dalam paparannya mengangkat tema ibadah yang berfokus pada tata cara bersuci (thaharah) dan berwudhuk sesuai tuntunan syari'at Islam.

H. Azerul menjelaskan bahwa bersuci merupakan syarat utama dalam pelaksanaan ibadah, khususnya salat. Oleh karena itu, pemahaman mengenai tata cara bersuci dan berwudhuk yang benar menjadi hal yang sangat penting bagi setiap muslim agar ibadah yang dilaksanakan sah dan bernilai di sisi Allah SWT.

"Alhamdulillah kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif. Para warga binaan mengikuti pembinaan dengan antusias serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan berbagai pertanyaan seputar praktik bersuci dan berwudhuk," terang H. Azerul

Sementara itu, Ahmad Hamidi menyampaikan materi seputar fikih shalat, mulai dari syarat, rukun, hal-hal yang membatalkan shalat, hingga berbagai persoalan yang sering ditemui dalam pelaksanaan ibadah sehari-hari.

Penyampaian materi tidak hanya dilakukan secara teoritis, tetapi juga disertai praktik tata cara pelaksanaan shalat yang benar sehingga peserta dapat memahami sekaligus mempraktikkannya secara langsung.

"Para warga binaan aktif mengikuti pembinaan, mengajukan pertanyaan, serta mempraktikkan gerakan dan bacaan shalat. Selaku pemateri, kami berkomitmen dan berusaha maksimal dalam meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus membentuk karakter spiritual warga binaan," ucapnya

Program Pesantren Lapas merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi dan Lapas Kelas IIA Bukittinggi dalam memberikan pembinaan mental dan spiritual kepada warga binaan.

Melalui kegiatan ini diharapkan warga binaan memiliki bekal ilmu agama yang lebih baik, sehingga dapat menjadi pribadi yang lebih religius, berakhlak mulia, dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaannya. (Andreas)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....