Kakankemenag Bukittinggi Pesankan Lima Dimensi Kehidupan Keagamaan Lebih Baik

  • 01 Agt 2026 07:45 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Sebagai upaya memperkuat syiar Islam serta menghidupkan nilai-nilai adat di tengah masyarakat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan menghadiri sekaligus menyampaikan sambutan pada kegiatan

Pelantikan Dan Pengukuhan Pengurus Majelis Urang Syara' Kurai Bukittinggi (MUS-KB) dan Lembaga Mubaligh Kurai Bukittinggi (LMKB) Periode 2026-2031 Bertempat di Aula Rumah Dinas Walikota Bukittinggi Sabtu, 1 Agustus 2026.

Pengurus MUS-KB dilantik oleh Ketua Karapatan Adat Kurai (KAK) Kota Bukittinggi, Inyiak HS Datuak Sati dengan Ketua Umum, H. Marfendi Dt. Basa Balimo. Selanjutnya, Ketua Umum MUS-KB melantik dan mengukuhkan Taufik Tuangku Mudo sebagai Ketua Umum LMKB.

Hadir pada kegiatan ini, Walikota Bukittinggi, H. Ramlan Nurmatias, Forkopimda, Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang dan unsur masyarakat Kurai Bukittinggi.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara unsur pemerintah, ulama, niniak mamak dan muballigh dalam menjaga nilai-nilai keagamaan serta adat istiadat di Kota Bukittinggi.

Kakan Kemenag Kota Bukittinggi, H. Irwan menyampaikan selamat atas pengukuhan pengurus MUS-KB dan LMKB Kota Bukittinggi. Ia menyebutkan bahwa ini menjadi kekuatan luar biasa dalam membangun peradaban yang lebih religius dan lebih baik di Kota Bukittinggi.

"Selamat atas pengukuhan pengurus MUS-KB dan LMKB Kota Bukittinggi periode 2026-2031. Ini menjadi kekuatan dalam membangun peradaban yang lebih baik, sekaligus meningkatkan keimanan, ketaqwaan serta lebih mendekatkan umat dengan adat, budaya serta ajaran agamanya," ucap H. Irwan

"Kementerian Agama Kota Bukittinggi akan support dan dukung serta siap berkolaborasi dalam menyelesaikan persoalan umat, terlebih masalah LGBT, persoalan narkoba dan persoalan umat yang akan mengganggu nilai-nilai adat , budaya dan ajaran agama," tegasnya

"Lebih dari 70 persen Napi di Lembaga Pemasyarakatan tersandung masalah narkoba. Ini menjadi PR kita dan tantangan kita semua. Akan menjadi apa generasi kita ke depan, kalau narkoba dibiarkan merajalela merusak para generasi muda di Kota Bukittinggi dan Ranah Minang ini," terangnya

H. Irwan melanjutkan, agar kiprah MUS-KB dan LMKB berdampak bagi masyarakat, maka ada lima dimensi yang harus diterapkan.

"Pertama, jadilah mujahid, yaitu berjuang dengan pena, berjuang dengan pemikiran, berjuang dengan peradaban. MUS-KB dan LMKB harus mampu berkontribusi nyata, khususnya dalam memperjuangkan umat dibidang keagamaan," jelasnya

"Ke dua sebagai muwahid atau pemersatu. MUS-KB dan LMKB merupakan garda terdepan sebagai pemersatu, kita harus kompak, menjaga kebersamaan, karena peradaban yang kuat akan lahir dengan adanya persatuan dan kesatuan. Semoga Allah menyatukan hati kita untuk membangun kehidupan yang indah di Kota Bukittinggi ini," tambahnya

"Dimensi ke tiga, jadilah mujaddid atau pembaharu. Bagaimana kita mampu memahami agama dalam konteks kekinian. Perbedaaan kompetensi dan kualitas yang ada, maka MUS-KB dan LMKB menjadi wadah untuk bisa berbagi ilmu, berbagi pandangan, berbagi pemahaman untuk memberikan pencerahan yang lebih baik. Sehingga saling menguatkan sebagai pelita yang mencerahkan," imbuhnya

"Dimensi ke empat, jadilah sebagai mu'allim. Kita harus memberikan pendidikan, memberikan pelatihan dan pengajaran bagi anak, kemenakan, umat dan masyarakat. Berikan bimbingan dan pengajaran dengan hikmah dan bijaksana, sampaikan dengan bahasa yang baik, berikan pemahaman yang jelas dan dengan kata-kata yang lugas, sehingga umat dan masyarakat dapat memahami dan melaksanakan ajaran agama dan adat dengan baik," tambahnya

"Ke lima, MUS-KB dan LMKB adalah sebagai mu'addid atau penjaga moralitas. Kita harus menjadi penyangga moral dalam menumpas LGBT, narkoba, kenakalan remaja dan segala bentuk penyimpangan," ulasnya

"In Syaa Allah dengan bersama-sama. Pemerintah, Forkopimda dan semua kalangan agama, tokoh adat, Niniak Mamak, mari bersatu dengan tidak memberikan ruang atau tempat bagi LGBT di Ranah Minang," tambahnya

"Setiap anak punya orang tua, punya Niniak Mamak, punya masjid dan punya tokoh-tokoh agama. Mari bersatu, persempit ruang gerak mereka. Kita bebaskan negeri ini dari LGBT, bebaskan Bukittinggi dari narkoba dan penyimpangan lainnya. Kalau sudah bersama, komitmen memberantasnya, In Syaa Allah Bukittinggi Kota Perjuangan akan menjadi negeri yang baldhatun thayyibatun warabbun ghafur," tegasnya

"Mari bersama-sama mewujudkan kesejahteraan dunia dan akhirat," pungkasnya

(Andreas)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....