GAW Bukit Koto Tabang : Kualitas Udara Turun di Sejumlah Wilayah Sumatera Barat

  • 08 Sep 2026 11:47 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi – Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Koto Tabang Agam merilis kualitas udara yang berada di sejumlah Kabupaten/Kota Sumatera Barat saat ini mengalami penurunan dari kategori baik menuju Sedang hingga Tidak Sehat.

Hal ini disampaikan Kepala Stasiun GAW Bukit Koto Tabang Sugeng Nugroho kepada RRI, bahwa penurunan kualitas udara Sumatera Barat terjadi dipengaruhi oleh kabut asap yang disebabkan oleh peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di provinsi tetangga seperti Riau dan Jambi. Sehingga dalam beberapa hari terakhir, diungkapkan Kepala Stasiun GAW Bukit Koto Tabang, beberapa wilayah Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng) terkena imbas penurunan kualitas udara sejumlah wilayah seperti Kabupaten Dhamasraya, Kabupaten Sijunjung, Kota Sawahlunto, Bangkalan Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, Solok hingga Kota Bukittinggi.

Sugeng Nugroho menjelaskan, berdasarkan kajian GAW Bukit Koto Tabang, beberapa wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang terkena imbas penurunan kualitas udara memiliki konsentrasi tingkat polutan berjenis Particulate Matter 2,5 (PM 2,5) tercatat diantara 15,5- 55 mikrogram per meter kubik.

“Inilah dalam beberapa waktu terakhir, beberapa wilayah Sumatera Barat dalam kategori sedang hingga tidak sehat,” tutur Kepala Stasiun GAW Bukit Koto Tabang melalui sambungan telefon, Selasa 8 September 2026.

Dalam menindaklanjuti atensi penurunan kualitas udara, Kepala Stasiun GAW Bukit Koto Tabang mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder pemerintah daerah Kabupaten/Kota agar memberikan rekomendasi yang sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing. Bahkan merekomendasikan usulan perkembangan data secara kluster per kecamatan.

“Seperti di Kota Bukittinggi, kita sudah minta untuk update informasi per kecamatan supaya lebih detail. Jadi pimpinan di Kota Bukittinggi bisa mengambil kebijakan untuk masyarakat,” terangnya.

Sugeng Nugroho bersama jajaran GAW Bukit Koto Tabang juga mengimbau kepada masyarakat kelompok rentan terpapar asap ataupun debu yang bermuatan Particulate Matter 2,5 (PM 2,5) agar menggunakan masker sebagai alat pelindung diri sekaligus berupaya sebaik mungkin membatasi aktifitas di luar ruangan.

“Walaupun kondisinya masih kategori sedang, lebih baik menggunakan proteksi diri,” tutup Kepala Stasiun GAW Bukit Koto Tabang. (RRI BKT/ALW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....