Guru Madrasah Tanah Datar Didorong Adaptif
- 31 Jul 2026 21:13 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Tanah Datar — Kantor Kemenag Tanah Datar mendorong guru madrasah adaptif menghadapi disrupsi teknologi. Pembinaan digelar di MTsN 5 Tanah Datar, Kecamatan X Koto.
Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2025-2045 memproyeksikan AI menggantikan 10% tenaga kerja tradisional. Profesi guru tetap bertahan, namun hanya yang adaptif yang mampu bersaing global.
"Kita mau guru-guru kita hebat semua, yang outputnya siswa yang cerdas juga berkarakter," tegas Kepala Kantor H. Hendri Pani Dias saat menutup arahan.
| Baca juga: Kemenhaj Hadiri Pisah Sambut Kepala Kemenag |
Beliau menyebut struktur kurikulum madrasah termasuk berat. Siswa harus menyelesaikan kurikulum nasional sekaligus mata pelajaran agama, sehingga guru dituntut menjadi sosok super power.
Guru diminta menguasai Kurikulum Berbasis Cinta dan deep learning. Pendidik juga harus berkembang menjadi generalis yang cakap di luar bidang spesialisasi utama.
Bappenas mencatat lapangan kerja ke depan bergeser ke STEM, ekonomi hijau, dan digitalisasi. Guru yang tidak menguasai teknologi diprediksi tertinggal dari tuntutan pembelajaran modern.
Pembinaan ini juga merangkaikan pengukuhan Wakil Kepala Madrasah MTsN 5. Waka dituntut menyusun pemetaan SDM guru, siswa, dan perencanaan sarana prasarana secara komprehensif.
Jabatan resmi disandang Jubbarniati bidang Kurikulum, Afnur Marita bidang Kesiswaan, Syahrial B bidang Sarpras, dan Risson Effendi bidang Humas. Mereka diharapkan memperkuat manajemen madrasah.
Dengan peningkatan kompetensi guru, Kemenag optimis madrasah melahirkan lulusan unggul. Adaptasi terhadap teknologi menjadi kunci mewujudkan ekosistem pendidikan yang berkualitas di Tanah Datar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....